WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan Iklan 17 Agustus
Teknologi

Rumah Pintar (Smart Home) yang Hemat Listrik: Mitos vs Fakta

A

Afandi

Sabtu, 11 Juli 2026 · 13:13 WIB · 12 mnt baca

Dok. Wartamerdeka.net AI GENERATED

Teknologi rumah pintar atau smart home semakin populer karena menawarkan kenyamanan, keamanan, dan kemudahan dalam mengendalikan berbagai perangkat elektronik. Lampu, pendingin ruangan, kamera keamanan, televisi, hingga stopkontak kini dapat dikontrol melalui aplikasi atau perintah suara.

Namun, muncul pertanyaan penting: apakah rumah pintar benar-benar dapat menghemat listrik?

Iklan Perumda Pasar

Sebagian orang menganggap bahwa penggunaan banyak perangkat pintar justru membuat konsumsi listrik semakin besar. Di sisi lain, produsen perangkat smart home sering mengklaim bahwa otomatisasi dapat membantu menurunkan tagihan listrik.

Pada kenyataannya, smart home memang dapat membantu menghemat energi, tetapi hasilnya sangat bergantung pada jenis perangkat, pengaturan sistem, dan kebiasaan penggunanya. Untuk memahaminya dengan lebih jelas, mari membahas berbagai mitos dan fakta mengenai rumah pintar yang hemat listrik.

Apa Itu Rumah Pintar?

Rumah pintar adalah hunian yang menggunakan perangkat elektronik terhubung untuk mengontrol dan mengotomatisasi fungsi tertentu di dalam rumah.

Perangkat tersebut biasanya terhubung melalui Wi-Fi, Bluetooth, Zigbee, Z-Wave, atau protokol komunikasi lainnya. Pengguna dapat mengendalikan perangkat melalui:

Contoh perangkat smart home antara lain lampu pintar, stopkontak pintar, sensor gerak, kamera keamanan, termostat pintar, kunci pintu digital, tirai otomatis, dan alat pemantau konsumsi listrik.

Tujuan utama rumah pintar bukan hanya membuat rumah terlihat modern, tetapi juga membantu penghuninya mengelola perangkat secara lebih efisien.

Halaman 1 dari 9

Iklan

Berita Terkait

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.