Sweet Song Lamongan, Arsip Rasa, Menjaga Nada, Mengenang Masa
Setiap nada punya cerita. Setiap lirik punya jiwa. Sweet Song Lamongan (SSL) adalah komunitas yang setia menjaga warisan musik Indonesia dan dunia dari era 60an, 70an, 80an, hingga 90an. Dari Koes Plus, Panbers, D'lloyd, Ebiet, Iwan Fals, hingga The Beatles dan Queen. Bahkan dari era Rhoma Irama, Ida Laila sampai Lesty Kejora. Mengingatkan kita saat masa muda, cinta yang tulus, dan musik yang jujur.

Karena lagu lawas bukan sekadar musik. Dia arsip rasa. Kembali mengenang, dan merayakan masa indah bersama. Itu sebabnya, pertemuan komunitas pecinta lagu lawas Sweet Song Lamongan (SSL) di Kafe Kayu Manis Lamongan siang ini adalah ruang untuk mengingat dan kembali merasakan masa lalu yang terasa indah untuk selalu dikenang, Minggu (2/8/2026).
Di tengah bisingnya zaman, sekelompok pecinta lagu lama (lovers of old pop songs)

memilih pulang ke melodi yang terasa menenangkan. SSL adalah Komunitas pecinta lagu lawas, tempat berkumpulnya hati-hati yang rindu vinyl berderak, kaset pita kembali di putar lewat lantunan seraknya bunyi tenggorokan di masa menjelang tua, diputer balik, dan lirik yang jujur.
Di sini kita nggak cuma dengerin lagu. Kita mengenang cinta pertama, tawa bareng teman, dan masa yang nggak akan pernah terganti.
Karena lagu lawas bukan sekadar musik. Dia arsip rasa. Mengenang, dan merayakan masa indah bersama. Setiap nada punya cerita. Setiap lirik punya jiwa.
Sweet Song Lamongan atau yang kerap disingkat SSL adalah komunitas pecinta lagu lawas. Berdiri sekitar 3 tahun silam, SSL kini terus mendapat simpati lumayan besar. Wajar, sambutan ini kelihatan dari jumlah anggotanya yang terus bertambah.
"Alhamdulillah, anggota kita sekarang lebih dari 60 orang," ujar Yusi Repelitawati.
Pemilik Kafe Spoor Babat itu, sekaligus juga perintis terbentuknya komunitas SSL ini. Menurut dia lahirnya SSL terinspirasi dari suatu kegiatan sweet memories di Tuban.
"Nah, setelah itu, setelah kami menghadiri suatu acara malam sweet memories di Tuban, kami kemudian berfikir, pecinta lagu lama sebenarnya sangat banyak, dan agar bisa menyatu kami menghubungi teman teman untuk membentuk komunitas bernama Sweet Song Lamongan atau SSL ini," jelas pemilik Salon Yusi ini.
Meski tergolong baru, anggota SSL kini mulai merambah kawasan Pantura Lamongan. Ada Yoyok Budi Cahyono, ada Harsono dan juga W. Masykar. di Lamongan kota mulai M. Yusuf, Bastian sampai tokoh dan mantan birokrat, seperti Bambang Kustiono dan Supardi.(W. Masykar)
copyright@wartamerdeka.net 2026
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!