Kaki di Bukit - Hati di Laut, Ketika Senam Yoga di Tebing Cafe Paciran (1)
Oleh : W. Masykar
Menarik napas setinggi langit, menghembuskan lelah ke laut - lalu tubuh lentur, pikiran tenang, setenang air Laut. Bukan sekadar yoga. Ini pulang. Pulang ke diri, di atas tebing Paciran.`Kami datang membawa penat. Pulang membawa cakrawala
Pagi itu, di atas bebukitan, di depan pintu masuk tanjakan tebing ini, puluhan orang tidak hanya meregangkan tubuh, juga meregangkan doa. Gerakan demi gerakan bahkan menengadah ke langit laksana tangan-tangan memanjatkan doa. Duduk bersimpuh, menancap ke bumi seperti akar tebing. Sementara, dari atas tebing terlihat angin laut menjadi guru pernapasan. Di ufuk timur, matahari menjadi saksi gerak. Dan di kejauhan sana, di laut Jawa membisikan untaian kalimat, "Tenanglah... seperti ombak yang selalu kembali."

Di Tebing Cafe desa Paciran pagi itu, (Minggu 8 Agustus 2026). Di ruangan besar bak "Panggung Langit", panggung bundar, yang bukan sekadar untuk bernyanyi dan melepas pandang ke kejauhan di kaki langit sana, bahkan menjadi sajadah bagi raga dan jiwa yang bergerak serempak menyapa matahari dan memeluk angin, di atas ketinggian yang hanya ada di Tebing Cafe desa Paciran.
Di bawah sana, kota sibuk dengan ceritanya. Di depan, laut diam dengan damainya, di sini, kami belajar satu hal - bahwa damai itu bisa dilatih.

Satu napas. Satu gerak. Satu syukur. Seperti Tebing, mengajarkan untuk berdiri kokoh meski diterpa angin. Mengajarkan untuk lapang meski menampung banyak hal. Hari ini kami yoga di atasmu. Kaki menjejak matras, hati menjejak tenang. Dan setelah semua gerakan selesai, yang tertinggal hanya rasa: lega, ringan, dan bersyukur.
Dibawah bimbingan instruktur Ike Tiurmaida Silaen dengan sabar memberi aba aba, dari satu gerakan ke gerakan berikutnya, seakan mengajarkan banyak hal - gerakan yoga yang dibimbing Pengajar yang sudah belasan tahun mengenyam pengalaman mengajar Yoga itu, seolah meniru filosofis tebing. Berdiri kokoh, punggung lurus menantang angin, kaki tegak menancap bumi.
Laksana Tebing Cafe Paciran yang tidak pernah goyah, meski badai datang silih berganti. Pengajar Yoga dibawah bimbingan guru besar - Guru Made Sumantra dari Ubud Bali itu, (bersambung - Serial Yoga di Tebing Cafe Desa Paciran)
copyright@wartamerdeka.net 2026
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!