WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP" • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Olahraga

Kaki di Bukit - Hati di Laut, Ketika Senam Yoga di Tebing Cafe Paciran (1)

R

Redaktur

Minggu, 09 Agustus 2026 · 15:15 WIB · 2 mnt baca

Tebing Cafe desa Paciran

Oleh : W. Masykar

Menarik napas setinggi langit, menghembuskan lelah ke laut - lalu tubuh lentur, pikiran tenang, setenang air Laut. Bukan sekadar yoga. Ini pulang. Pulang ke diri, di atas tebing Paciran.`Kami datang membawa penat. Pulang membawa cakrawala

Iklan

Pagi itu, di atas bebukitan, di depan pintu masuk tanjakan tebing ini, puluhan orang tidak hanya meregangkan tubuh, juga meregangkan doa. Gerakan demi gerakan bahkan menengadah ke langit laksana tangan-tangan memanjatkan doa. Duduk bersimpuh, menancap ke bumi seperti akar tebing. Sementara, dari atas tebing terlihat angin laut menjadi guru pernapasan. Di ufuk timur, matahari menjadi saksi gerak. Dan di kejauhan sana, di laut Jawa membisikan untaian kalimat, "Tenanglah... seperti ombak yang selalu kembali."  

7252096c-4c2e-4913-992e-43307102e2fa.webp

Di Tebing Cafe desa Paciran pagi itu, (Minggu 8 Agustus 2026). Di ruangan besar bak "Panggung Langit", panggung bundar, yang bukan sekadar untuk bernyanyi dan melepas pandang ke kejauhan di kaki langit sana, bahkan menjadi sajadah bagi raga dan jiwa yang bergerak serempak menyapa matahari dan memeluk angin, di atas ketinggian yang hanya ada di Tebing Cafe desa Paciran.  

Di bawah sana, kota sibuk dengan ceritanya. Di depan, laut diam dengan damainya, di sini, kami belajar satu hal - bahwa damai itu bisa dilatih.  

b7dfc495-0f4c-4ec3-9218-4adf3fbd267e.webp

Satu napas. Satu gerak. Satu syukur. Seperti Tebing, mengajarkan untuk berdiri kokoh meski diterpa angin. Mengajarkan untuk lapang meski menampung banyak hal. Hari ini kami yoga di atasmu. Kaki menjejak matras, hati menjejak tenang. Dan setelah semua gerakan selesai, yang tertinggal hanya rasa: lega, ringan, dan bersyukur. 

Dibawah bimbingan instruktur Ike Tiurmaida Silaen dengan sabar memberi aba aba, dari satu gerakan ke gerakan berikutnya, seakan mengajarkan banyak hal - gerakan yoga yang dibimbing Pengajar yang sudah belasan tahun mengenyam pengalaman mengajar Yoga itu, seolah meniru filosofis tebing. Berdiri kokoh, punggung lurus menantang angin, kaki tegak menancap bumi.

Laksana Tebing Cafe Paciran yang tidak pernah goyah, meski badai datang silih berganti. Pengajar Yoga dibawah bimbingan guru besar - Guru Made Sumantra dari Ubud Bali itu, (bersambung - Serial Yoga di Tebing Cafe Desa Paciran)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Reaktivasi SPP
Sudut Pandang

Reaktivasi SPP

Oleh : W. Masykar Wacana reaktivasi SPP di SMA/SMK Negeri terus bergulir menyusul munculnya usulan dari bawah karena banyak sekolah negeri membutuhkan tambah...

Redaktur 3 mnt baca

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.