Pengorbanan dan Cinta tak Bertepi Seorang lbu
Oleh Sudono Syueb - Pengurus Dewan Dakwah Jat8m
Cinta seorang ibu adalah satu-satunya bentuk pengorbanan di dunia ini yang benar-benar tanpa batas dan tanpa syarat.
Sejak embrio kehidupan mulai berdetak di dalam rahim hingga helaan napas terakhirnya, seluruh eksistensi seorang ibu didedikasikan untuk kebahagiaan anak-anaknya.
Pengorbanan seorang ibu bukanlah sebuah transaksi laba rugi. Ia tidak memberikan kasih sayang dengan harapan akan mendapatkan pengembalian modal di masa depan.
Ketika seorang ibu terjaga di sepertiga malam untuk menenangkan bayinya yang menangis, atau ketika ia merelakan porsi makannya agar sang anak kenyang, ia sedang melakukan tindakan spiritual yang melampaui logika kemanusiaan biasa.
Dalam dinamika kehidupan modern yang sering kali transaksional, cinta tak bertepi seorang ibu menjadi pengingat paling murni tentang apa itu ketulusan.
Di saat dunia luar menilai seseorang berdasarkan pencapaian, status sosial, atau kekayaan, seorang ibu menerima anaknya apa adanya. Bagi ibu, keberhasilan terbesar bukanlah melihat anaknya menjadi penguasa dunia, melainkan melihat anaknya mampu tersenyum dan hidup dengan baik.
Namun, keindahan dari cinta tak bertepi ini sering kali menyimpan sisi yang sunyi. Banyak ibu yang begitu tenggelam dalam perannya hingga melupakan ruang untuk dirinya sendiri.
Mereka mengubur mimpi-mimpi pribadinya demi memupuk mimpi sang anak. Oleh karena itu, opini ini bukan hanya sebuah pujian atas keagungan hati seorang ibu, tetapi juga sebuah refleksi bagi kita sebagai anak.
Cinta tak bertepi seorang ibu sudah sepatutnya tidak dibalas dengan pengabaian.
Selagi waktu masih mengizinkan, tugas kita bukan sekadar mengagumi pengorbanannya, melainkan memastikan bahwa di masa tuanya, ia merasakan bahwa cinta dan pengorbanan yang telah ia tebar sepanjang hidupnya telah tumbuh menjadi kebahagiaan yang utuh. (*)
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!