Puskesmas Kusuma Bangsa, Dari Sisa Pandemi Menjadi Harapan Baru
Gedung yang dulu menyimpan duka, yang pernah menjadi saksi bisu pertarungan nyawa melawan pandemi. Gedung yang dulu sunyi, steril, dan menakutkan. Kini disulap menjadi suatu harapan baru. Gedung itu adalah bekas Rumah Sakit Covid-19 berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi datang bukan untuk meratapi sisa pandemi. Tapi untuk meresmikan kehidupan dan harapan baru dari gedung itu: "Puskesmas Kusuma Bangsa", Jumat (23/10/2026). Sebuah oase baru pelayanan kesehatan primer, di jantung kota Lamongan.
Mengapa Puskesmas ini begitu dinantikan?
Selama bertahun-tahun, Puskesmas Veteran harus memikul beban yang tidak ringan. Satu puskesmas harus melayani "84 ribu jiwa" penduduk perkotaan. Bayangkan. Satu dokter, satu bidan, harus berhadapan dengan lautan pasien dari pagi hingga sore. Antriannya panjang, pelayanannya terkuras. Inilah yang disebut Pak Yes sebagai ketimpangan pelayanan di kota. Maka, keputusan mengalihfungsikan aset eks RS Covid-19 ini bukan sekadar soal bangunan. Ini adalah langkah strategis dan cerdas. Aset daerah yang tadinya mati suri, kini dioptimalkan menjadi aset yang hidup dan melayani.
Ini selaras dengan janji besar Pemkab: menata kota dan mendongkrak kualitas pelayanan publik.
Bupati Pak Yes menegaskan dengan lantang, pembangunan kesehatan bukan proyek mercusuar. Tapi pilar utama untuk menaikkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lamongan yang kini sudah di angka 76,9. Angka yang ditopang oleh dua hal: Indeks Kesehatan yang naik dan Angka Harapan Hidup masyarakat yang semakin panjang.
Pada saat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, Muhammad Chaidir Annas, menjelaskan lebih dengan hadirnya Puskesmas Kusuma Bangsa, peta pelayanan kesehatan kota dirombak total menjadi lebih proporsional, sesuai Permenkes No 19 Tahun 2024. Jika dulu satu Puskesmas melayani 84 ribu, kini beban itu dibagi dua.
Puskesmas Kusuma Bangsa diproyeksikan melayani 42.146 jiwa, yang tersebar di dua kelurahan dan delapan desa:
Kelurahan Tumenggungan dan Sukorejo, serta Desa Karanglangit, Plosowahyu, Kebet, Pangkatrejo, Tanjung, Made, Sendangrejo, dan Sumberjo. Artinya, warga di 10 wilayah ini tidak perlu lagi berdesakan jauh-jauh ke Puskesmas Veteran. Fisik bangunan sudah rampung sejak awal Agustus 2026. Sarana, prasarana, dan SDM kesehatan sudah disiagakan. Hari ini, Puskesmas ini siap beroperasi penuh.
Beginilah seharusnya pemerintah bekerja. Tidak selalu harus membangun gedung baru yang megah dari nol. Kadang, cukup dengan melihat gedung tua yang terlupakan, lalu menghidupkannya kembali dengan niat yang baru. Dari gedung sisa pandemi, menjadi gedung penjaga harapan hidup. Kini tugasnya ada pada kita semua. Tugas bagi para tenaga kesehatan untuk menjaga keramahan dan ke-gercepan pelayanan. Dan tugas bagi warga Tumenggungan, Sukorejo, hingga Sumberjo untuk menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini sebaik-baiknya.(W. Masykar)
copyright: wartamerdeka.net 2026
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!