Di Arena Jamnas XII, Kontingen Lamongan Perkenalkan Wingko Babat dan Soto Lamongan
Cibubur, 17 Agustus 2026
Laporan Kontributor : Setiyo S., wartamerdeka.net dari Arena Jambore Nasional XII 2026 (5)

Pagi itu, derap langkah kaki dan gemuruh suara yel-yel pemompa semangat bersautan dari peserta Jambore XII di Buperta Cibubur.
Mereka berbondong-bondong menuju Lapangan Utama untuk mengikuti Upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Para penggalang dari berbagai penjuru negeri ini menyambut momentum ini dengan rasa suka cita dan antusiasme tinggi menyambut Kak Budi Waseso Ka Kwarnas yang akan bertindak sebagai Pembina Upacara. Mereka semua menikmati momentum langka ini dengan semangat tinggi.
Selain upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan, agenda di tanggal 17 Agustus 2026, ada Karnaval Budaya Indonesia. Dimana setiap kontingen menampilkan pakai adat dan ciri khas dari masing-masing daerah asal peserta, tak ketinggalan pula Kontingen Lamongan Putra - diwakili adik Alif Luqman Hakim dari SMP Negeri 1 Babat dan Putri adik Keysha Gracyndha Ariazahra dari SMP Negeri 1 Tikung menampilkan pakaian Khas Lamongan dengan ciri batik Singomengkok.
Festival Hari Kemerdekaan juga menjadi salah satu agenda kegiatan Jamnas XII dengan memperkenalkan makanan khas masing daerah kepada sesama peserta di Perkampungan Jambore Nasional XII.
Kak Indah Ruhana Binti serta tim kontingen Lamongan memperkenalkan Soto Lamongan yang melegenda kepada sesama tetangga di KEMPA 5 dan KEMPI 5 yang dihuni Kwarcab Barru, Kwarcab Pringsewu, Kwarda Cilegon, Kwarcab Bogor, Kwarcab Serang, Kwarcab Tana Toraja, Kwarcab Kota Subulussalam, Kwarcab Kaimana, dll. Tak ketinggalan pula siapapun yang mampir di Anjungan Kwarcab Lamongan di tanggal 17 Agustus 2026 juga disuguhi Wingko Babat.
Usai menunaikan Sholat Ashar peserta diminta kumpul di Lapangan masing-masing SubCamp untuk bergembira bersama memainkan Permainan Rakyat, seperti halnya peringtan kemerdekaan di kampung halaman adik-adik Ketika bulan Agustus. Ada empat permainan rakyat yang dimainkan, diantarantanya Tarik tambang, balap kelereng, Estfet sarung, dan Balap Karung beregu. Permainan ini tidak hanya cukup sampai pada kemeriahan dan kegembiraan saja. Peserta juga diajak refleksikan makna dari permainan tersebut dengan makna filosofis perjuangan bangsa.(*)
copyright@wartamerdeka.net 2026
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!