Upaya Kemendikdasmen Tingkatkan Kualitas Guru, Dirjen GTK Raih Penghargaan IGI
Jakarta, wartamerdeka.net, - Upaya Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam meningkatkan kesejahteraan, kepastian karier, dan kompetensi guru mendapat apresiasi dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK), Nunuk Suryani, menerima Special Award Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 sebagai Tokoh Penggerak Transformasi Guru Indonesia di Jakarta, Jumat (6/11).
Dalam siaran Persnya, Sabtu (7/11/2026) disebutkan, Penghargaan adalah bentuk apresiasi IGI terhadap kepemimpinan Dirjen Nunuk yang dinilai membawa dampak nyata bagi guru melalui berbagai upaya pembenahan tata kelola guru. Antara lain, optimalisasi seleksi dan pengangkatan guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK), transformasi Pendidikan Profesi Guru (PPG), serta penguatan perlindungan hukum bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Ketua Umum IGI, Danang Hidayatullah, menyampaikan penghargaan tersebut diberikan sebagai pengakuan atas kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada kebijakan, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan guru di berbagai daerah. Menurutnya, kepemimpinan di bidang pendidikan perlu diwujudkan melalui kehadiran langsung, kemauan mendengar aspirasi guru, serta kebijakan yang memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pendidikan.
Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarelemen pendidikan. IGI memandang organisasi profesi guru dan pemerintah memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kualitas pendidikan dan memperjuangkan masa depan guru Indonesia.
Menanggapi penghargaan tersebut, Dirjen Nunuk menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan IGI. Sekaligus menegaskan bahwa penghargaan bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan hasil kerja bersama seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam transformasi tata kelola guru.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi. Apa yang kami lakukan adalah tanggung jawab tugas, yaitu membuat terobosan agar guru sejahtera, sehingga setelah itu guru dapat meningkatkan kompetensinya,” ujarnya.
Dirjen Nunuk menjelaskan sejak 2020, Ditjen GTK terus melakukan berbagai pembenahan untuk menjawab tantangan pemenuhan kebutuhan, kesejahteraan, dan peningkatan kualitas guru. Dua kebijakan utama yang ditempuh adalah mempercepat pelaksanaan PPG agar guru memperoleh sertifikat pendidik serta memberikan kepastian masa kerja melalui pengangkatan guru menjadi ASN PPPK. Upaya tersebut juga dilengkapi dengan penguatan perlindungan bagi pendidik dan tenaga kependidikan.
Hasil dari berbagai upaya tersebut terlihat dari peningkatan jumlah guru yang telah tersertifikasi. Dalam kurun 2020–2025, persentase guru tersertifikasi meningkat hingga kurang lebih mencapai 92 persen atau lebih dari 2,7 juta guru. Selain itu, sekitar 1,1 juta guru non-ASN telah diangkat menjadi guru ASN PPPK.
Menurut Nunuk, capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan kerja kolektif, keberanian mengambil langkah, serta dukungan berbagai pihak. Ia menilai bahwa perubahan tidak harus menunggu seluruh kondisi sempurna untuk mulai memberikan manfaat.
“Semangat kita adalah tidak perlu menunggu sampai sempurna untuk bisa berhasil. Karena kalau kita menunggu sampai sempurna, waktunya tidak akan selesai,” ungkap Dirjen Nunuk dalam pesannya yang disampaikan pada Jumat (6/11).
Dia juga mengapresiasi IGI yang selama ini menjadi mitra pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru. Melalui semangat sharing and growing together atau berbagi dan tumbuh bersama, IGI telah mendorong guru untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, serta berbagi praktik baik secara mandiri.
“Kemendikdasmen tidak bisa menyelesaikan semua sendiri. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan kerja sama IGI,” tuturnya.
Nunuk menegaskan penghargaan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pekerjaan dalam meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru masih terus berlanjut. Berbagai tantangan, termasuk kesenjangan kualitas pendidikan antardaerah dan pemenuhan kebutuhan guru, membutuhkan perhatian serta kolaborasi yang berkelanjutan.
Kemitraan antara pemerintah dan organisasi profesi guru dapat terus berkembang, termasuk melalui ruang dialog yang terbuka dan saling memberikan masukan demi perbaikan kebijakan.
“Penghargaan ini saya terima sebagai penyemangat untuk terus bekerja, memperkuat kolaborasi, dan memastikan bahwa setiap kebijakan dan program yang dijalankan dapat memberikan manfaat,” ujarnya.
Penghargaan diberikan dalam rangkaian Anugerah Pendidikan Indonesia (API) 2026 bertema “Nakhoda Transformasi: Memahat Masa Depan Pendidikan, Mengangkat Harkat Guru Indonesia”. API merupakan ajang apresiasi yang diselenggarakan IGI bagi para pendidik dan insan pendidikan di seluruh Indonesia.
Kemendikdasmen, sebut penghargaan menjadi dorongan untuk melanjutkan berbagai upaya pembenahan tata kelola guru. Pemerintah menyadari masih terdapat tantangan yang perlu diselesaikan, sehingga kerja sama dengan organisasi profesi dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan akan terus dikembangkan. Melalui langkah bersama tersebut, peningkatan kesejahteraan dan kompetensi guru diharapkan semakin dirasakan oleh pendidik di berbagai daerah. (wm/red)
Ditulis oleh
Redaktur
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!