WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan
Hiburan

Satu Hari Mengenal Group YesBand

R

Redaktur

Rabu, 23 September 2026 · 23:41 WIB · 4 mnt baca

Eddi Pramono feat Nanda vokalis YesBand

"YesBand Beri Ruang, Bang Eddi Pramono Beri Jiwa"

Oleh : W. Masykar

Iklan

Yes Band yang kita kenal hari ini, sesungguhnya berawal dari sebuah mimpi sederhana dari group musik bernama "Udara Pagi". Pada tahun 2016, dalam perjalanannya, "Udara Pagi" ternyata tidak semudah yang dibayangkan, terjadi bongkar pasang personil dan itu sampai tahun 2020, baru bermetamorfosa dan berganti nama menjadi "Yes Band".

"Ketika itu, kami manggung bareng dengan Pak Yes (Bupati Lamongan, sebelum terpilih jadi Bupati) dalam acara deklarasi bersama, sekaligus deklarasi bergantinya nama "Udara Pagi" menjadi "YesBand" di GOR Lamongan, dan Pak Yes yang kasih nama menjadi "YesBand"," tutur Nanda vokalis YesBand.

Dan itu pun masih menghadapi sejumlah kendala, lanjut Nanda, termasuk diantaranya mencari formasi personil yang tepat.

"Nah, Titik terang datang di tahun 2022, setelah pencarian panjang akhirnya menemukan formasi solid yang bertahan hingga sekarang," Ungkap dia.

Formasi solid di group YesBand terdiri dari Nanda - Vocal (Sang Penjiwa Lagu). Didik - Keyboard (Otak Aransemen). Bundu - Guitar (Melodi Pantura). Dimas - Bass (Pondasi Groove) dan Gilang & Gembol - Drum (Double Power Penggebuk Semangat).

8c003c13-18c6-456c-bcc5-c26e4dfdf952.webpDari titik itulah, sekarang Rekam Jejak YesBand lantas menjadi bukan group Band Sembarangan. YesBand bukan sekadar Band cafe. Mereka sudah teruji menjadi Band Pengiring artis artis Nasional papan atas, sebut saja seperti: Denada, Katon Bagaskara, Selfi Nafilah, Fatur Java Jive, Donnie Sibarani (Ada Band), Nadila, Widi Nugroho (Hello Band), Yeni Inka, Tasya Rosmala, Jihan Audy.

Jam terbang mereka sudah melintas banyak kota di Jawa Timur. Dan puncaknya, saat dipercaya menjadi Band Pembuka Konser Padi Reborn di Stadion Surajaya Lamongan 2023 dalam acara Charity Night 7th Anniversary IDI, sebuah panggung yang membuktikan kualitas mereka setara band nasional.

Nah, itu sebabnya, dari panggung kecil di Taman Kopi Brondong hingga Stadion Surajaya, YesBand membuktikan musik adalah jembatan kebersamaan warga Pantura.

Paling gres, siang itu, di Taman Kopi Brondong tidak seperti hari-hari biasa. Hari yang spesial, tepatnya, Rabu, 23 September 2026 di Taman Kopi Brondong adalah hari yang akan terus dikenang. Di bawah pohon Jamblang yang lagi berbunga dan aroma kopi yang mengepul tipis, ada bangunan kolaborasi yang meski direncanakan tapi terasa ditakdirkan: YesBand berkolaborasi dalam penampilan tunggal "Satu Hari Bersama Bang Eddi Pramono"

Di Brondong, kopi tidak hanya diseduh, tapi didengarkan. Siang hingga sore itu, Taman Kopi bukan sekadar taman. Ia menjadi panggung kecil untuk hati yang besar.

YesBand datang, bukan dengan gemerlap artis nasional yang pernah mereka iringi, mereka datang sebagai teman, sebagai rumah.

"Di Taman Kopi, kami belajar: Musik bukan soal siapa paling keras, tapi siapa paling mau bersama," kata Mas Ilham.

Satu hari itu, Bang Eddi tidak tampil sendiri, YesBand tidak tampil menggantikan, mereka tampil bersama. 

99862d2f-d708-4133-a0c3-cbadbd700fdc.webp"Dan penonton, pulang bukan hanya kenyang kopi, tapi kenyang rasa. Karena di sudut Pantura ini, kami mengerti...bahwa yang sendiri akan menemukan kawannya, Jika  bernyanyi dengan jujur," ungkap Bundu.

Ini bukan sekadar konser. Ini adalah pertemuan dua generasi musik Pantura. YesBand, dengan formasi solidnya - Nanda (Vocal), Didik (Keyboard), Bundu (Gitar), Dimas (Bass), dan duo dinamit Gilang & Gembol di Drum - yang telah malang melintang mengiringi artis nasional dari Denada, Katon Bagaskara hingga menjadi pembuka Padi Reborn di Stadion Surajaya, siang itu tampil dengan kerendahan hati. Mereka tidak tampil sebagai bintang. Mereka tampil sebagai rumah.

Dan di rumah itulah, Bang Eddi Pramono, legenda hidup, musisi tunggal dengan suara emasnya, menemukan panggungnya. Dengan satu suara, dan ribuan cerita, Bang Eddi membawakan lagu-lagu evergreen yang membuat ibu-ibu bergoyang, bapak-bapak bernyanyi, dan anak muda merekam dengan decak kagum.

"Musik itu tidak butuh panggung megah, cukup hati yang mau mendengar," ucap Bang Eddi di sela penampilannya.

Kolaborasi ini indah karena tidak ada yang saling menutupi. YesBand memberi ruang. Bang Eddi memberi jiwa. Saat Nanda berbagi mic dengan Bang Eddi, saat Bundu mengisi melodi gitar mengiringi penampilan tunggal Bang Eddi, saat itulah Taman Kopi bukan lagi warung kopi. Ia menjadi Taman Rasa.

Lantas Penontonnya? Ya, Mereka bukan penonton. Mereka adalah keluarga. Belasan warga yang berfoto bersama di akhir acara itu adalah bukti: di Brondong, musik bukan tontonan, tapi tuntunan kebersamaan.

Satu hari bersama Bang Eddi Pramono telah usai. Tapi gaungnya masih ada di setiap seduhan kopi di Taman Kopi Brondong.

Karena ketika YesBand dan Bang Eddi Pramono sepakat untuk tampil dalam satu hari, mereka sebenarnya sedang mengajarkan kita satu hal: bahwa yang tunggal tidak pernah sendiri, jika ada yang mau mengiringi dengan tulus.

Taman Kopi Brondong - Tempat Dimana Kopi, Musik, dan Warga Pantura Menyatu. Satu suara, satu band, satu taman. Hari ini YesBand bukan mengiringi artis nasional, tapi mengiringi legenda kita sendiri, Bang Eddi Pramono. Di Taman Kopi Brondong, yang tunggal jadi utuh. Terima kasih Pantura!

"Terima kasih YesBand yang sudah menjadi rumah, terima kasih Bang Eddi yang sudah menjadi jiwa rumah itu. Satu hari ini membuktikan, musik Pantura hidup karena kebersamaan!".(*) 

copyright: wartamerdeka.net 2026

Iklan
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.