WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan Iklan 17 Agustus
Kesehatan

Riset Medis Ungkap 5 Manfaat Puasa Senin Kamis

Turunkan Risiko Penyakit Kronis Hingga 40 Persen

R

Redaktur

Rabu, 19 Agustus 2026 · 00:20 WIB · 2 mnt baca

Oleh: Dra. Nanis Sudarmisih

(Content Creator, Bidang Media KB PII Wati Jatim) 

Iklan Perumda Pasar

Praktik puasa sunnah Senin dan Kamis yang telah disyariatkan sejak abad ke-7 Masehi kini makin diperkuat oleh berbagai temuan medis modern. 

Sejumlah studi kesehatan global mencatat bahwa pola puasa berkala (intermittent fasting) dua kali seminggu seperti puasa Senin-Kamis mampu memperbaiki metabolisme tubuh, meregenerasi sel hingga 30 persen lebih cepat, serta menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2 hingga 40 persen jika dijalankan secara konsisten.

Secara spiritual, ibadah ini memiliki landasan kuat dalam ajaran Islam. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an surah Al-Baqarah ayat 183 mengenai kewajiban dan keutamaan berpuasa untuk membentuk ketakwaan.

Selain itu, Rasulullah memberikan teladan langsung melalui hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: "Amal-amal manusia diperiksa pada hari Senin dan Kamis, maka aku menyukai amalku diperiksa sedangkan aku dalam keadaan berpuasa." (HR. Tirmidzi)

Keajaiban Medis di Balik Puasa Senin Kamis

Penelitian medis modern menunjukkan bahwa jeda makan sekitar 12 hingga 14 jam saat berpuasa memicu berbagai mekanisme pemulihan alami dalam tubuh manusia. Aktivasi Autofagi (Pembersihan Sel Otomatis): Puasa memicu proses autofagi, yaitu mekanisme di mana tubuh membersihkan sel-sel rusak dan menggantinya dengan sel baru yang lebih sehat. 

Proses ini berperan penting dalam mencegah pertumbuhan sel kanker dan penuaan dini. 

Meningkatkan Sensitivitas Insulin: Dengan menghentikan asupan kalori selama seharian pada hari Senin dan Kamis, kadar gula darah stabil dan sensitivitas insulin meningkat. 

Hal ini mencegah terjadinya resistensi insulin yang menjadi pemicu utama diabetes tipe 2. Penurunan Penanda Inflamasi Sistemik: Studi klinik menunjukkan bahwa puasa berkala dapat menurunkan kadar sitokin pro-inflamasi dalam darah, sehingga meredakan peradangan kronis yang memicu penyakit jantung.

Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah: Rutinitas puasa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida, serta membantu mengontrol tekanan darah tetap berada dalam rentang normal.

Mendukung Detoksifikasi Organ Hati: Hati dan sistem pencernaan mendapatkan waktu istirahat yang cukup untuk mengoptimalkan pembuangan racun sisa metabolisme makanan.

Kombinasi antara ketaatan spiritual dan disiplin kesehatan menjadikan puasa sunnah Senin-Kamis sebagai metode efisiensi kesehatan yang holistik. 

Dengan menjalankan ibadah ini secara rutin dua kali seminggu, seseorang tidak hanya meraih keutamaan pahala dan keberkahan, tetapi juga membangun fondasi ketahanan fisik yang optimal jangka panjang.

Sumber Literatur:

- Al-Qur'anul Karim dan Hadits Riwayat Tirmidzi

- Journal of the American Medical Association (JAMA) – Health Effects of Intermittent Fasting

- New England Journal of Medicine (NEJM) – Effects of Intermittent Fasting on Health, Aging, and Disease.(*)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.