WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP" • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Sudut Pandang

Reaktivasi SPP

R

Redaktur

Jumat, 07 Agustus 2026 · 07:37 WIB · 3 mnt baca

Sketsa versi AI

Oleh : W. Masykar

Wacana reaktivasi SPP di SMA/SMK Negeri terus bergulir menyusul munculnya usulan dari bawah karena banyak sekolah negeri membutuhkan tambahan dukungan anggaran agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih optimal. Gubernur Jabar Dedi Mulyadi memberi respon positif sekaligus mendorong tata kelola dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar lebih baik.

Iklan Di tengah tulisan

Wacana itu, semakin mengemuka dalam rapat kerja Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pendidikan yang saat ini tengah dibahas oleh DPRD setempat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menegaskan pembahasan mengenai reaktivasi SPP masih berada pada tahap awal dan belum menjadi keputusan.

"Masih menjadi pembahasan ya. Jadi nanti kita lihat seperti apa, apakah harapan-harapan yang lahir dari pembicaraan tersebut," kata Purwanto saat diwawancarai media di Gedung DPRD Jabar, Selasa (14/7/2026). 

Salah satu alasan munculnya usulan karena banyak sekolah negeri membutuhkan tambahan dukungan anggaran agar penyelenggaraan pendidikan dapat berjalan lebih baik.

"Ya karena pertama muncul aspirasi bahwa sekolah-sekolah ini kan membutuhkan supporting anggaran yang mencukupi ya," ujar kepala dinas pendidikan Jabar, Purwanto, kepada pers.

SMAN/SMKN memiliki tugas tidak hanya menyelenggarakan pembelajaran rutin, tetapi juga membina bakat dan prestasi peserta didik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional. 

Kegiatan seperti OSN, O2SN, FLS2N, LKS SMK, Kompetisi Sains, dan event event lain sering secara mendadak muncul dengan jarak persiapan yang singkat.

Sementara, Dana BOS/BOP peruntukan dan mekanisme pencairannya sudah terjadwal dan tidak dapat digunakan untuk kebutuhan insidentil/mendesak.

Dengan kondisi seperti ini, tidak jarang sekolah seringkali tidak bisa langsung mendaftarkan dan membina siswa karena terkendala biaya pendaftaran, transportasi, akomodasi, dan pembinaan. Mengakibatkan tidak jarang potensi siswa tidak dapat tersalurkan karena sekolah tidak memiliki dana cepat. Mau tidak mau, pembiayaan lomba akan dibebankan penuh ke orang tua. 

Oleh karena itu, dengan reaktivasi SPP akan bisa menjadi Dana Penyangga Prestasi dan Kegiatan Unggulan Sekolah masing masing.

Inilah kadang yang membedakan sekolah negeri dengan sekolah swasta. Termasuk di SD/SMP Negeri misalnya, penyelenggara an event event perlombaan bahkan hampir semuanya dibebankan ke orangtua

Bagaimanapun dana penyangga sangat penting untuk mengantisipasi adanya kegiatan kegiatan yang tidak dapat dianggarkan dari Dana BOS.

Dengan adanya dana penyangga ini, SMAN/SMKN tidak akan lagi kehilangan momentum untuk mencetak prestasi. 

Beberapa Kasek SMAN/SMKN di Jawa Timur sangat setuju dan mendukung adanya reaktivasi SPP sebagai dana penyangga kebutuhan kebutuhan yang sifatnya mendadak dan cepat.

"Kami sangat mendukung adanya reaktivasi SPP, sebab bagaimanapun dukungan anggaran di sekolah akan sangat menentukan perkembangan kualitas sekolah itu sendiri," ujar salah seorang kepala sekolah di Lamongan, Jawa Timur.

Yang penting tetap harus ada kelonggaran bagi siswa yang benar benar tidak mampu, harus ada kelonggaran atau bahkan di bebaskan sama sekali. Dengan begitu,  Reaktivasi SPP bisa lebih jelas dan transparan daripada membolehkan iuran sukarela tapi mekanismenya kadang tidak jelas dan membingungkan. Bukankah begitu?(*)

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Jenguk Qosdus Sabil di RSPAD
Ragam Berita

Jenguk Qosdus Sabil di RSPAD

Jakarta, wartamerdeka.net, - Di sela padatnya agenda kegiatan di Jakarta, Nu'man Suhadi, menyempatkan diri menjenguk salah satu tokoh Muhammadiyah, Qosdus Sa...

Redaktur 2 mnt baca
Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.