WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan" • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Pertanian

Pelajar Muhammadiyah Harus Berani Bermimpi Besar

Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life. Enjoy Now, Struggle for Life

R

Redaktur

Selasa, 21 Juli 2026 · 15:02 WIB · 3 mnt baca

Pelajar Muhammadiyah Harus Berani Bermimpi Besar
Foto:ist

Jakarta, wartamerdeka.net, - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memotivasi 2.000 pelajar Muhammadiyah untuk berani bermimpi besar, bekerja keras, dan membangun karakter pantang menyerah untuk bekal meraih kesuksesan di masa depan. Menurutnya, generasi muda harus berani keluar dari zona nyaman karena keberhasilan hanya dapat diraih dengan perjuangan, konsistensi, dan kerja keras sejak dini.

Mentan Amran menyampaikan itu, saat menghadiri Resepsi Milad ke-65 Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dan Rapat Kerja Nasional IPM bertema "Resonansi Algoritma Pelajar Berdampak" di Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sabtu (18/7). Kegiatan dihadiri 2.000 kader IPM dari berbagai daerah di Indonesia.

Iklan Didalam Tulisan

Di hadapan ribuan pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran menyampaikan pesan agar generasi muda tidak terlena dengan kenyamanan saat ini. Menurutnya, ada konsekuensi dari setiap pilihan hidup, apakah seseorang memilih berjuang sejak muda atau menanggung kesulitan di kemudian hari.

"Ada dua pilihan. Satu, struggle now, bekerja keras sekarang, nanti menikmati setelah 15 tahun kemudian. Atau enjoy now, bersenang-senang sekarang, tetapi struggle for life nanti," ujar Mentan Amran.

Pelajar Muhammadiyah merupakan bagian dari generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan bangsa. Karena itu, lanjut Mentan Amran seluruh kader IPM untuk memiliki mimpi besar yang dibarengi dengan tindakan nyata.

"Anak-anakku, Anda adalah harapan bangsa yang akan mengubah peradaban Republik Indonesia menjadi lebih baik. Bermimpilah besar, bertindaklah besar, kemudian persisten. Jangan pernah menyerah," katanya.

Menurut Mentan Amran, mimpi tidak akan membawa perubahan apabila tidak disertai dengan kerja keras dan keberanian mengambil langkah. Ia mengingatkan kesuksesan bukan hasil instan, melainkan buah dari proses panjang yang dibangun melalui disiplin dan ketekunan.

'Mudah membuat mimpi, mudah membuat gagasan. Yang paling sulit adalah bermimpi dan bertindak. Kalau sudah bertindak, harus persisten, tidak boleh menyerah," ujarnya.

Mentan Amran menekankan keberhasilan tidak datang dari kenyamanan, melainkan melalui proses panjang yang membutuhkan kerja keras dan kemauan untuk terus bergerak. Generasi muda harus membangun mental produktif agar mampu menjadi pihak yang memberi manfaat, bukan bergantung pada bantuan.

"Rezeki memang di tangan Tuhan, tapi kalau kamu tidur terus, Tuhan pun angkat tangan. Allah mencintai orang yang bekerja keras," katanya.

Mentan mendorong kader IPM untuk mulai menciptakan peluang sejak dini, termasuk dengan memanfaatkan sektor pertanian sebagai ruang pengabdian sekaligus peluang ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya yang besar, namun membutuhkan generasi yang mau bergerak dan mengelolanya.

"Jangan biarkan ada lahan tidur di sekeliling Anda. Kalau ada lahan, bangunkan. Disewa, dimiliki, atau tanah sendiri, jangan biarkan lahan tidur," tegasnya.

Dia mendorong generasi muda untuk memanfaatkan ruang yang tersedia sebagai bagian dari gerakan produktif masyarakat. Menurutnya, pertanian tidak selalu harus dilakukan dalam skala luas, tetapi dapat dimulai dari lingkungan rumah.

"Kalau mau, ada program Kawasan Rumah Pangan Lestari. Cabai tanam lima pot saja, satu keluarga bisa selesai. Kalau makan cabai, bijinya jangan dibuang, tanam saja. Begitu suburnya negara kita," ujarnya.

Dalam dialog bersama peserta, Mentan Amran juga memberikan perhatian kepada seorang pelajar yatim piatu yang ingin bekerja sambil melanjutkan kuliah. Mendengar kisah tersebut, Mentan Amran meminta jajarannya membantu membuka peluang magang dan pekerjaan agar pelajar tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan.

"Sekolah yang baik, kerja keras, jangan pernah menyerah. Insya Allah pintu rezeki akan terbuka," pesan Mentan Amran.

Mentan Amran juga menyampaikan capaian sektor pertanian nasional, termasuk percepatan swasembada pangan yang berhasil dicapai lebih cepat dari target awal. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras petani, dukungan pemerintah, serta kolaborasi seluruh elemen bangsa.

"Kami ditarget Bapak Presiden swasembada empat tahun. Alhamdulillah, karena doa dan kerja keras seluruh anak bangsa, satu tahun sudah swasembada dan tidak impor beras," ujarnya.

Menutup sambutannya, Mentan Amran mengajak kader IPM untuk terus belajar, bekerja keras, menjaga integritas, dan menjadi generasi yang mampu membawa perubahan bagi umat dan bangsa.(wm/red)

Iklan Paket Lamar Kerja
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif
Nasional

KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif

Surabaya, wartamerdeka.net, - Perubahan iklim tidak hanya memengaruhi hasil tangkapan nelayan, tetapi juga menambah beban ekonomi keluarga pesisir. Kondisi t...

Redaktur 3 mnt baca
Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.