WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP" • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Pelayanan publik

Kemenko PMK Perkuat Kualitas Pelayanan Publik melalui PEKPPP 2026

R

Redaktur

Rabu, 05 Agustus 2026 · 11:38 WIB · 3 mnt baca

Foto/Kemenko pmk

Jakarta, wartamerdeka.net, - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus berupaya memperkuat kualitas penyelenggaraan pelayanan publik melalui kerja bersama pengisian data dukung pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Tahun 2026. 

Melansir laman Kemenko PMK, Rabu (5/7), komitmen tersebut diwujudkan melalui sesi kerja pengisian data dukung PEKPPP 2026 yang melibatkan para person in charge (PIC) unit layanan dan evaluator lintas unit di lingkungan Kemenko PMK, Selasa (4/8/2026).

Iklan Didalam Tulisan

Kepala Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK Budi Prasetyo menyampaikan Kemenko PMK telah mempersiapkan proses pengisian data secara bertahap sejak satu bulan terakhir. Seluruh data dukung yang sebelumnya disusun bersama kini diinput ke dalam sistem resmi PEKPPP melalui aplikasi evaluasi.menpan.go.id sesuai ketentuan Kementerian PANRB.

Kemenko PMK memiliki sejumlah layanan yang mendukung program prioritas pemerintah, di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI), dan Sekolah Unggul Garuda. Layanan ketiga tersebut menjadi fokus dalam pemetaan lokus PEKPPP karena mendukung pelaksanaan program prioritas nasional.

"Ini sesi kerja. Kita review bersama seluruh data dukung sebelum diunggah ke aplikasi resmi. Mari kita kerja bersama karena hasil dari proses ini menjadi bagian dari penilaian Reformasi Birokrasi. Semoga seluruh aspek dapat terisi sesuai pedoman sehingga memperoleh hasil yang maksimal," ujarnya.

PEKPPP Tahun 2026 dilaksanakan secara terintegrasi melalui sistem evaluasi.menpan.go.id dengan dua skema, yakni PEKPPP Nasional dan PEKPPP Mandiri. Melalui pendekatan tersebut, evaluasi pelayanan publik tidak hanya menjangkau lebih banyak unit layanan, tetapi juga memberikan perhatian lebih besar terhadap layanan yang mendukung program prioritas Presiden maupun layanan inti setiap instansi pemerintah.

Dalam pelaksanaannya, penilaian PEKPPP mencakup enam aspek fundamental penyelenggaraan pelayanan publik, yaitu kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengelolaan pengaduan, serta inovasi pelayanan publik.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Tata Kelola Pemerintahan Kemenko PMK Aris Darmansyah Edisaputra menegaskan bahwa pelaksanaan PEKPPP merupakan bagian dari implementasi Reformasi Birokrasi yang tidak hanya berfokus pada administrasi, tetapi juga menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Ini bukan dalam rangka menyediakan syarat saja. Tapi bagaimana kita meningkatkan pelayanan publik,” ujar Aris.

Menurutnya, setiap unit kerja didorong menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang didukung data dan bukti yang kuat agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan yang semakin akuntabel.

Melalui pelaksanaan PEKPPP, Kemenko PMK menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kualitas pelayanan publik. Proses ini diharapkan tidak hanya menghasilkan nilai kinerja, tetapi juga rekomendasi perbaikan yang mendorong terciptanya pelayanan publik yang semakin prima, inovatif, dan berorientasi pada masyarakat.(wm01)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Menengok Madrasah Kehidupan di Usia 65
Profil

Menengok Madrasah Kehidupan di Usia 65

Pengantar Redaksi Oleh : W. Masykar Pimred wartamerdeka.net Usia 65 tahun kerap disebut sebagai bukan lah angka lagi, melainkan - Ia adalah kitab.   Di dalam...

Redaktur 4 mnt baca
Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.