WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP" • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Tiga Unit Usaha KUD Minatani, Lepas atau Sengaja Dilepas? • PW PII Jawa Timur Bangun Sinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim • Prof. Zainuddin Maliki: "Penguatan payung regulasi dalam Relasi BUM Desa-KDMP"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Nasional

KDKMP Wujud Nyata Penguatan Ekonomi Desa Sesuai Amanat UUD 1945

R

Redaktur

Senin, 10 Agustus 2026 · 18:17 WIB · 2 mnt baca

Foto / Kemenkop ri

Cirebon - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan, kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bertujuan mengubah kedudukan warga desa, dari sekadar objek ekonomi menjadi pelaku utama yang mengelola dan menikmati perputaran ekonomi di desanya sendiri. 

“Melalui KDKMP, dipetakan potensi desanya dan didorong untuk mengelola sendiri. Mulai dari pasca-panen, pengolahan, hingga pemasaran,” ucap Wamenkop Farida Farichah saat menjadi Keynote Speaker pada rangkaian kegiatan Pelepasan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Muhammadiyah Cirebon Tahun 2026, di Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2026).

Iklan Di tengah tulisan

Menurut Wamenkop dengan koperasi di desa, pengolahan dan keuntungannya tetap berputar di desa. “Yang menguasai sumber daya dan mendapat manfaat adalah warga sendiri,” katanya.

Wamenkop menekankan, kehadiran koperasi juga berfungsi memotong rantai pasok yang selama ini membuat harga barang menjadi mahal karena berlapis perantara. 

Koperasi, kata Wamenkop Farida menjamin ketersediaan kebutuhan pokok dengan harga wajar murah, tersedia, dan terjangkau langsung oleh warga tanpa perantara berlebih.

Dia juga menegaskan, kebijakan Pemerintah saat ini berupaya mengembalikan arah ekonomi negara sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33, yaitu perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan dan gotong royong. 

Wamenkop juga menyebut, tiga pilar utama ekonomi nasional yakni BUMN, swasta, dan koperasi yang harus tumbuh seimbang dan sama kuat. Oleh karena itu, tambah Farida, kehadiran KDKMP menjadi sangat strategis agar masyarakat sendiri yang memegang kendali atas potensi dan kekayaan desa.

“Koperasi adalah wujud nyata Pasal 33 UUD 1945. Jika koperasi kuat, maka masyarakatlah yang berkuasa atas ekonominya sendiri. Setiap anggota memiliki hak dan kedudukan yang sama,” jelasnya.

Di momen pelepasan KKN mahasiswa, Wamenkop menyebut, hal ini sebagai waktu yang tepat menguji ilmu pengetahuan sekaligus membuktikan relevansinya di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang sesungguhnya. 

Bagaimana mahasiswa melaksanakan KKN dengan komitmen membangun kemandirian desa melalui ekonomi sirkular, koperasi, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan. “Tema pembangunan kemandirian desa melalui ekonomi sirkular dinilai sangat tepat dan sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Wamenkop menegaskan, koperasi hadir untuk mengembalikan arah ekonomi sesuai amanat konstitusi. Kekayaan desa dikelola oleh warga, untuk kesejahteraan warga. “Mari kita bangkitkan kembali koperasi sebagai tulang punggung ekonomi rakyat,” ucapnya.(sumber Kemenkop/wm)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.