WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan Iklan Harkopnas 1
Daerah

Haul ke-7 Mattewakkang Karaeng Jungge

Perkuat Silaturahmi dan Lestarikan Warisan Budaya Kerajaan Binamu

R

Redaktur

Senin, 03 Agustus 2026 · 06:31 WIB · 3 mnt baca

Foto/dok:wartamerdeka.net

Jeneponto, wartamerdeka.net, - Mengambil tema, "Membangun Etika Sikapala'biri, Sikatutui dan Memiliki To'dopuli selaku Anak Keturunan"

Lembaga Adat Mattewakkang Karaeng Jungge menyelenggarakan Haul Mattewakkang Karaeng Jungge, Raja Binamu ke-16, Minggu (2/8/2026), di Balla Lompoa Ri Bontang, Kelurahan Empoang Selatan, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Iklan Didalam Tulisan

Kegiatan berlangsung penuh khidmat tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang jasa dan keteladanan Mattewakkang Karaeng Jungge sebagai pemimpin Kerajaan Binamu yang dikenal bijaksana, sederhana, serta memiliki komitmen kuat dalam menjaga persatuan, adat istiadat, dan kehormatan masyarakatnya.

Acara dihadiri Ketua Lembaga Adat Mattewakkang Karaeng Jungge, YM. Ir. Chaidir Lewang Karaeng Bulu, didampingi Sekretaris Lembaga Adat sekaligus Ketua Panitia Haul, Adwin Makgau Patopoi Karaeng Sute, bersama jajaran pengurus lembaga adat, rumpun keluarga besar Kerajaan Binamu, Wakil Bupati (Anak Keturunan Langsung Mattewakkang Karaeng Jungge) bersama Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Pemerhati Budaya, serta para tamu undangan dari berbagai daerah.

5b6fe141-56fe-4ac8-9675-6295d3e1a3cd.webp

Turut hadir sejumlah Tokoh Adat, Raja, Sultan, dan pimpinan organisasi adat dari tingkat pusat maupun daerah, di antaranya Teman/Sahabat dari YM. Ir. Chaidir Lewang Karaeng Bulu, yakni, YMT. Drs. Sjahrir Tamsi, M.Pd., Tomakaka Adaq Jambu III, Cappa Bate Dara' Polewali Mandar / Ketua DPD-FKN Provinsi Sulawesi Barat, sebagai wujud penghormatan terhadap nilai-nilai persaudaraan antarkerajaan dan pelestarian budaya Nusantara.

Kegiatan tidak hanya diisi dengan doa bersama dan prosesi haul, tetapi juga dimeriahkan oleh berbagai pertunjukan budaya tradisional yang menjadi identitas masyarakat Jeneponto. Di antaranya, seni bela diri dan ketangkasan tradisional; Pamanca, atraksi jurus dan ketangkasan fisik; Paddeko, tradisi menumbuk lesung secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan gotong royong; serta Mandaliong, pementasan sastra tutur yang sarat pesan moral, sejarah, dan nilai-nilai kearifan lokal.

Melalui penyelenggaraan haul ini, Lembaga Adat Mattewakkang Karaeng Jungge menegaskan komitmennya untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya leluhur Kerajaan Binamu sekaligus mempererat tali silaturahmi di antara rumpun keluarga kerajaan, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat.

Haul ke-7 Mattewakkang Karaeng Jungge juga menjadi ruang temu budaya yang memperkuat semangat persatuan, memperkokoh identitas adat, serta mendorong generasi muda agar semakin mengenal, mencintai, dan melanjutkan nilai-nilai luhur peninggalan para leluhur.

Dokumentasi kegiatan menampilkan semarak atraksi Pamanca, Paddeko, dan Mandaliong yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda budaya yang terus berkelanjutan dalam memperkuat eksistensi Kerajaan Binamu sebagai bagian penting dari khazanah budaya Sulawesi Selatan dan Indonesia.

Liputan serta dokumentasi kegiatan juga dipublikasikan melalui pemberitaan RRI Makassar, sehingga masyarakat yang lebih luas dapat mengikuti jalannya peringatan haul serta memahami pentingnya pelestarian adat, budaya, dan sejarah Kerajaan Binamu sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa. (YMT. Sjahrir Bintamsi)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.