Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 4
Episode 4: Penyelamatan yang Berakhir Tragis
Di suapan keempat, pertahanan Raka runtuh. Lidahnya terasa seperti disetrika. Dia tidak peduli lagi pada obrolan soal tugas kuliah; insting bertahan hidupnya mengambil alih. Dia butuh cairan, sekarang juga.
Dengan pandangan yang mulai kabur oleh air mata kepedasan, Raka menyambar gelas jumbo berisi es teh manis di hadapannya. Niatnya ingin meminumnya dalam sekali teguk dengan gaya maskulin. Sayangnya, tangannya gemetar hebat karena efek kejut capsaicin. Jari-jarinya licin oleh keringat.

Saat Raka mengangkat gelas itu, ujung bawahnya tersangkut di bibir piring. TRAAAK! BYUR! Semuanya terjadi dalam gerakan slow-motion di mata Raka. Gelas jumbo itu tergelincir dari genggamannya, terbalik di atas meja, dan seluruh isinya—es batu, teh manis pekat, lengkap dengan sisa tumpahan sambal—meluncur deras bagai air terjun... tepat ke arah pangkal paha celana jins kebanggaannya.
Raka refleks melompat dari kursi plastik, terbatuk-batuk keras karena tersedak uap cabai, sambil mengibaskan celananya yang kini basah kuyup. Pengamen yang sedang bernyanyi di ujung warung sampai berhenti memetik gitar. Tiga meja di sebelahnya serempak menoleh. Raka sukses menjadi pusat tata surya di warung itu.
Ditulis oleh
Redaktur