WIB
Wartamerdeka Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka
Iklan Leaderboard — Launching
Cerpen

Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 3

Episode 3: Serangan Keringat Jagung

R

Redaktur

Sabtu, 04 Juli 2026 · 20:32 WIB · 1 mnt baca

Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 3

Sepuluh menit kemudian, pesanan tiba. Di piring Raka, ayam gorengnya nyaris tidak terlihat, terkubur di bawah gundukan sambal bawang berwarna merah menyala yang biji cabainya menatap balik ke arah Raka dengan penuh ancaman. Aroma menyengatnya saja sudah cukup membuat hidung Raka gatal.

Ah, kecil ini mah, batin Raka menyemangati diri. Suapan pertama masuk. Raka mengunyah dengan ritme pelan dan elegan. "Enak, kan?" tanyanya sok asyik. Namun, tepat saat suapan kedua melewati tenggorokan, Raka menyadari dia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya. Sensasi panas yang luar biasa meledak di rongga mulutnya, menjalar liar ke ubun-ubun, lalu turun ke lambung seperti lahar gunung berapi. Telinganya mulai berdenging panjang.

Iklan Didalam Tulisan

Demi menjaga gengsi di depan Dina yang sedang makan dengan anggun, Raka menahan mati-matian. Dia memaksakan senyum santai sambil membahas tugas kuliah. Namun, tubuhnya tidak bisa berbohong. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai bermunculan di dahinya. Hidungnya memerah, dan matanya mulai berair deras bak aktor yang sedang mendalami adegan tragis. "Kamu gapapa, Rak? Kok mukamu merah banget? Keringetan lagi," tegur Dina, nada suaranya mulai cemas. "Oh, ini... hah... ini emang hawanya lagi gerah aja, Din. Biasa, Surabaya," jawab Raka dengan napas tersengal-sengal, suaranya bergetar menahan siksaan.

R

Ditulis oleh

Redaktur

Berita Terkait

Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 2
Cerpen

Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 2

Mereka akhirnya bertemu. Bukannya mengajak ke kafe estetik yang sepi, Raka memutuskan membawa Dina ke sebuah tempat makan yang selalu ramai setiap malam: War...

Redaktur 1 mnt baca
Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri
Cerpen

Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri

Sore itu, angin berhembus cukup ramah, seolah mendukung rencana besar Raka. Ini bukan hari biasa; ini adalah hari kencan pertamanya dengan Dina, adik tingkat...

Redaktur 1 mnt baca