Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 3
Episode 3: Serangan Keringat Jagung
Sepuluh menit kemudian, pesanan tiba. Di piring Raka, ayam gorengnya nyaris tidak terlihat, terkubur di bawah gundukan sambal bawang berwarna merah menyala yang biji cabainya menatap balik ke arah Raka dengan penuh ancaman. Aroma menyengatnya saja sudah cukup membuat hidung Raka gatal.
Ah, kecil ini mah, batin Raka menyemangati diri. Suapan pertama masuk. Raka mengunyah dengan ritme pelan dan elegan. "Enak, kan?" tanyanya sok asyik. Namun, tepat saat suapan kedua melewati tenggorokan, Raka menyadari dia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya. Sensasi panas yang luar biasa meledak di rongga mulutnya, menjalar liar ke ubun-ubun, lalu turun ke lambung seperti lahar gunung berapi. Telinganya mulai berdenging panjang.
Demi menjaga gengsi di depan Dina yang sedang makan dengan anggun, Raka menahan mati-matian. Dia memaksakan senyum santai sambil membahas tugas kuliah. Namun, tubuhnya tidak bisa berbohong. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai bermunculan di dahinya. Hidungnya memerah, dan matanya mulai berair deras bak aktor yang sedang mendalami adegan tragis. "Kamu gapapa, Rak? Kok mukamu merah banget? Keringetan lagi," tegur Dina, nada suaranya mulai cemas. "Oh, ini... hah... ini emang hawanya lagi gerah aja, Din. Biasa, Surabaya," jawab Raka dengan napas tersengal-sengal, suaranya bergetar menahan siksaan.
Ditulis oleh
Redaktur