Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri 2
Episode 2: Jaga Image yang Membawa Petaka
Mereka akhirnya bertemu. Bukannya mengajak ke kafe estetik yang sepi, Raka memutuskan membawa Dina ke sebuah tempat makan yang selalu ramai setiap malam: Warung Sego Sambel Bunda. Menurut Raka, ini adalah tempat yang tepat untuk menunjukkan bahwa dia adalah cowok yang merakyat, santai, namun punya selera lidah yang kuat.
Warung itu penuh sesak. Suara minyak panas yang menggoreng ayam dan lele berpadu dengan kepulan asap sambal yang sesekali bikin pengunjung lain terbatuk. Raka menarik kursi plastik untuk Dina dengan gaya layaknya pangeran Inggris, lalu memanggil pramusaji.

"Pesen apa, Mas?" tanya si ibu pramusaji sambil memegang buku nota lecek. Raka berdehem, memberatkan suaranya sedikit agar terdengar berwibawa. "Ayam penyetnya dua, Bu. Yang satu... sambalnya tolong dibanyakin. Level kiamat sekalian, ya. Ekstra bawang."
Dina, yang sedang mengelap sendok pakai tisu, langsung menatap Raka dengan mata membulat. "Rak, kamu beneran kuat? Sambel di sini tuh terkenal horor, lho. Nanti kamu sakit perut." Raka tersenyum miring, menatap Dina dengan tatapan meremehkan (yang dibuat-buat). "Tenang, Din. Buat cowok kayak aku, cabai itu cuma camilan. Pedesan juga omongan netizen."
Ditulis oleh
Redaktur