Tragedi Sambal Bawang Penakluk Harga Diri
Episode 1: Dandan Maksimal Bak Artis Sinetron
Sore itu, angin berhembus cukup ramah, seolah mendukung rencana besar Raka. Ini bukan hari biasa; ini adalah hari kencan pertamanya dengan Dina, adik tingkat incarannya yang senyumnya selalu bikin Raka lupa cara bernapas. Karena ini momen bersejarah, Raka menolak tampil biasa saja.
Persiapannya mengalahkan orang yang mau wawancara kerja. Raka mandi selama hampir satu jam, memastikan tidak ada satu pun daki yang tertinggal. Kemeja flanel merah hitam kebanggaannya disetrika sampai garis lipatannya begitu tajam hingga terasa bisa dipakai untuk memotong tahu. Dia memompa pomade ke telapak tangannya, menyisir rambutnya ke belakang dengan gaya klimis yang kokoh menantang badai.
Sebagai sentuhan akhir, Raka menyemprotkan parfum musk andalannya. Tidak tanggung-tanggung, semprotan di leher, dada, pergelangan tangan, sampai dia sendiri bersin-bersin karena mabuk kepayang oleh aromanya sendiri. Di depan cermin, Raka menatap bayangannya, menyipitkan mata, dan melatih senyum mautnya.

"Hari ini, Raka, lo adalah cowok paling tangguh, karismatik, dan macho sedunia," bisiknya pada pantulan dirinya sendiri.
Ditulis oleh
Redaktur