WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan" • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Pendidikan

Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika

Kemendikdasmen, "Peluang Karier Baru Kian Terbuka"

R

Redaktur

Senin, 20 Juli 2026 · 20:58 WIB · 2 mnt baca

Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika

Jakarta, wartamerdeka.net, - 19 Juli 2026 – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mendorong kesiapan lulusan SMK agar mampu menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Salah satu upaya yang dilakukan ialah memperluas peluang karier di bidang robotika yang kini semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri.

Dikutip dari laman Kemendikdasmen, Senin (20/7/2026), Direktur SMK Kemendikdasmen, Arie Wibowo, mengatakan robotika bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari operasional industri saat ini. Menurutnya, perkembangan tersebut menghadirkan beragam peluang kerja baru yang dapat diisi oleh lulusan SMK.

Iklan Didalam Tulisan

"Robotika telah digunakan di berbagai sektor, mulai dari manufaktur, logistik, otomotif, makanan dan minuman, elektronik, hingga pergudangan. Kebutuhan tenaga kerja pun bergeser dari pekerjaan manual menuju pekerjaan yang menuntut kemampuan mengoperasikan, memelihara, hingga mengembangkan sistem otomatis," ujar Arie dalam webinar Menciptakan Masa Depan: Robotika sebagai Peluang Karier bagi Murid SMK di Jakarta.

Arie menjelaskan, SMK telah memiliki fondasi kompetensi yang kuat melalui berbagai konsentrasi keahlian, seperti Teknik Mekatronika, Teknik Elektronika Industri, Teknik Otomasi Industri, Teknik Pemesinan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), serta Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Namun, tantangan dunia kerja saat ini menuntut kemampuan yang tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menggabungkan berbagai disiplin ilmu.

"Ini adalah era multi-skill. Kompetensi yang telah dimiliki SMK perlu semakin diperkuat agar selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri," katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Direktorat SMK memperkuat penyelarasan kurikulum dengan standar industri melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, serta perbaikan sarana dan prasarana di SMK. Di sisi lain, kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri juga diperluas melalui pembelajaran bersama praktisi hingga program magang bagi siswa dan lulusan SMK di bidang robotika.

Arie mengakui masih terdapat tantangan, terutama belum meratanya laboratorium dan peralatan robotika berstandar industri di SMK, serta perlunya lebih banyak guru yang memiliki pengalaman praktik di bidang tersebut. Meski demikian, ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi yang berkelanjutan.

"Kami meyakini membangun ekosistem pendidikan vokasi bukan hanya sebuah program, melainkan gerakan bersama. SMK harus adaptif, industri harus kolaboratif, dan pemerintah harus memberikan dukungan. Robot tidak akan menggantikan seluruh pekerjaan manusia, tetapi justru menciptakan pekerjaan baru dengan nilai tambah yang lebih tinggi, seperti integrasi sistem, pemrograman, pemeliharaan robot, analisis data, hingga pengembangan solusi berbasis otomasi," tutup Arie. (**/wm)

Iklan Paket Lamar Kerja
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.