WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Program Kampung Nelayan, Jangan Jadi Value For Monkey • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • El, Siswa SDN I Brondong Ngoleksi Belasan Trophy Juara • Kick Off Program Kemitraan MPM PP Muhammadiyah dengan LazisMu PP Muhammadiyah di Desa Weru Kecamatan Paciran Lamongan • Gandeng ICW Kemensos Cegah Korupsi Program Sekolah Rakyat
Iklan Iklan Harkopnas 1
Nasional

PWO IN Kecam Keras Pernyataan Prabowo Sebut Wartawan "Londo Ireng"

"Dinilai Merendahkan Martabat Profesi dan Mengkhianati Nilai Demokrasi"

R

Redaktur

Sabtu, 25 Juli 2026 · 06:57 WIB · 2 mnt baca

PWO IN Kecam Keras Pernyataan Prabowo Sebut Wartawan "Londo Ireng"
Harun, ST - Ketum PWOIN (baju hitam)

Jakarta, wartamerdeka.net, - Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara (PWO IN) mengecam keras pernyataan Presiden RI Ke-8 sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, yang menyebut wartawan dengan istilah "Londo Ireng" pada acara di Jawa Tengah, Kamis (24 Juli 2026).

Ketua Umum PWO IN, Harun, S.T., S.H., M.I.Kom menyatakan penolakan tegas atas pernyataan tersebut.

Iklan Didalam Tulisan

"Kami mewakili ribuan wartawan digital dan jurnalis di seluruh Indonesia menolak dan menyesalkan sekuat hati pernyataan Prabowo Subianto," tegas Harun, Jumat (25/7/2026).

Menurut Harun, istilah "Londo Ireng" dalam budaya Jawa bermakna negatif dan merendahkan. Istilah itu menyamakan profesi kewartawanan dengan pihak asing yang bertindak sewenang-wenang.

"Padahal pers adalah Pilar Keempat Demokrasi yang dijamin UU. Kami bertugas menyajikan fakta, mengawasi pemerintah, dan menyuarakan aspirasi rakyat," ujarnya.

PWO IN menilai pernyataan itu melanggar Pasal 28E UUD 1945, UU Pers No. 40/1999, prinsip Good Governance, dan Etika Komunikasi Publik.

PWO IN menuntut Prabowo menarik pernyataan dan meminta maaf terbuka. Organisasi ini juga akan berkoordinasi dengan Dewan Pers dan siap menempuh jalur hukum.

Bagi PWO IN, wartawan bukan musuh. Wartawan adalah pilar demokrasi.

"Kami di garis depan mencari fakta, mengawasi kekuasaan, dan menyuarakan suara rakyat kecil yang tak terdengar. Menyamakan itu dengan sebutan memarjinalkan adalah penghinaan," tegasnya.

Harun mengingatkan, ucapan seorang Presiden adalah cerminan sikap negara. Ucapan yang tidak bijak berpotensi memperburuk iklim kebebasan pers dan memecah hubungan pers dengan publik.

Karena itu PWO IN menuntut 4 hal: Permintaan maaf terbuka, imbauan beretika bagi pejabat, koordinasi dengan Dewan Pers, dan komitmen PWO IN tetap bekerja profesional.

"Pejabat publik harus jadi teladan. Hargai pers sebagai mitra, bukan lawan," tutup Harun.

"Pers adalah Pilar Keempat Demokrasi. Kami tolak tegas. Seorang Kepala Negara harus jaga ucapan," ujar Harun, 25 Juli 2026.

PWO IN menilai pernyataan itu melanggar UUD 1945, UU Pers, dan Etika Publik.

4 Tuntutan PWO IN:

1. Prabowo tarik pernyataan & minta maaf terbuka

2. Pejabat jaga etika komunikasi 

3. Koordinasi dengan Dewan Pers & siap jalur hukum

4. PWO IN tetap komitmen jurnalisme independen

PWO IN berharap ini jadi pelajaran agar pejabat menghormati pers.

(Sekretariat-Jenderal PWO IN)

Iklan Paket Lamar Kerja
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Constitutional Opinion Kuota Haji (1)
Nasional

Constitutional Opinion Kuota Haji (1)

Oleh: Ulul Albab Ketua Bidang Litbang DPP AMPHURI Editor : W. Masykar Dalam negara hukum demokratis, persoalan konstitusional tidak selalu muncul karena suat...

Redaktur 4 mnt baca

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.