WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan Iklan Harkopnas 1
Profil

Jejak Pengabdian, Guru BK Kota Batu Terima "Satyalancana Karya Satya"

R

Redaktur

Kamis, 13 Agustus 2026 · 13:19 WIB · 3 mnt baca

Batu, wartamerdeka.net, - Ada penghargaan yang tidak sekadar berbicara tentang berapa lama seseorang bekerja. Di balik sebuah tanda kehormatan, terdapat perjalanan panjang tentang kesetiaan, pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan dalam menjalankan tugas.

Makna itulah yang melekat pada penganugerahan Tanda Kehormatan Republik Indonesia Satyalancana Karya Satya yang diterima Indah Nur Rahmawati, S.Psi., Guru Bimbingan dan Konseling SMP Negeri 03 Batu, dalam acara malam penganugerahan yang diselenggarakan BKPSDM Pemerintah Kota Batu, Kamis (13/8/2026) yang memberikan apresiasi kepada siapa pun yang berkontribusi.

Iklan Di tengah tulisan

Momen tersebut menjadi penanda atas perjalanan pengabdian seorang pendidik yang selama ini tidak selalu terlihat di depan kelas. Sebagai guru Bimbingan dan Konseling (BK), Indah Nur berada pada ruang pendidikan yang sangat dekat dengan persoalan personal, sosial, belajar, hingga masa depan peserta didik.

Karena itu, penghargaan Satyalancana Karya Satya memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghitung masa pengabdian.

Secara hukum, Satyalancana Karya Satya diberikan kepada PNS yang telah bekerja secara terus-menerus paling singkat 10 tahun, 20 tahun, atau 30 tahun, sesuai tingkat penghargaan yang diberikan. Namun, masa kerja bukan satu-satunya ukuran. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, khususnya Pasal 22, mensyaratkan bahwa PNS yang menerima Satyalancana Karya Satya harus menunjukkan kesetiaan kepada Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, negara dan pemerintah, serta melaksanakan tugas dengan penuh pengabdian, kejujuran, kecakapan, dan disiplin.

Dengan demikian, Satyalancana Karya Satya pada hakikatnya bukanlah “hadiah karena lama menjadi pegawai”, melainkan merupakan pengakuan atas perjalanan pengabdian yang memenuhi sejumlah nilai dan persyaratan.

Bagi Indah Nur Rahmawati, perjalanan tersebut berlangsung di dunia pendidikan, khususnya dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling.

Bidang BK memiliki karakter pengabdian yang khas. Banyak pekerjaan dilakukan dalam ruang yang tidak selalu diketahui banyak orang. Mendengarkan keluhan siswa, mendampingi mereka menghadapi persoalan, berkomunikasi dengan orang tua, berkolaborasi dengan guru, hingga membantu siswa merencanakan masa depan merupakan bagian dari proses pendidikan yang membutuhkan kesabaran sekaligus kecakapan. Di sanalah makna penghargaan ini menjadi lebih dalam.

Ukuran keberhasilan seorang guru BK tidak selalu dapat dilihat dari nilai ujian atau jumlah prestasi yang terpampang di papan penghargaan. Namun, keberhasilannya hadir dalam bentuk: seorang siswa yang kembali percaya diri, seorang anak yang mampu bangkit dari persoalan, atau seorang peserta didik yang akhirnya menemukan arah bagi masa depannya.

Satyalancana Karya Satya pada akhirnya bukan titik akhir sebuah perjalanan pengabdian. Bagi Indah, Penghargaan tersebut justru menjadi pengingat bahwa setiap masa kerja memiliki tanggung jawab moral untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sebab pada akhirnya, masa kerja bukan sekedar menghitung waktu. Tetapi pengabdian memberi makna pada waktu. (Hari).

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Pasang iklan di sini → Ukuran ideal: 336×280 atau 728×90 px
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.