WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Iklan Iklan 17 Agustus
Refleksi

Emak Emak Yang Jago "Nebak"

Yang Tersisa dari Lomba Karnaval Kelurahan Brondong

R

Redaktur

Senin, 31 Agustus 2026 · 07:47 WIB · 3 mnt baca

gambar versi AI

Oleh : W. Masykar

Tulisan ini adalah rangkuman dari obrolan Punokawan, yang kemudian saya buat sebagai artikel ringan agar pembaca lebih mudah memahami. Pada awal Agustus kemarin (2026 ini). Saya mendengar perbincangan sekitar kegiatan agustusan baik ditingkat Kelurahan/Desa maupun Kecamatan. 

Iklan Perumda Pasar

Yang menarik dari emak emak di wilayah kelurahan Brondong. Mereka ini, jago menebak - bisa jadi pengalaman yang menuntun para emak emak ini sehingga prediksinya seratus persen benar. Bahkan sampai menunjukan lembaran arsip mulai sekian tahun yang lalu. Mendengar perbincangan itu, saya mencoba untuk tidak nimbrung dan kepo. Saya lebih memilih diam sambil menscroll HP mencari berita demo di gedung DPR RI atau video musik kesukaan, meski telinga tetap mengarah ke titik perbincangan mereka seraya dalam hati, bergumam lirih, "ini masalah apa ya?", Pikir saya.

"Ayo taruhan siapa yang menjadi juara lomba Gerak Jalan dan Karnaval besuk ini di Kelurahan Brondong? (maksudnya bulan Agustus ini), kata salah seorang emak yang juga wali murid di salah satu sekolah dasar di Kelurahan Brondong.

Emak lainnya diam sambil bengong menatap emak yang memunculkan pertanyaan itu.

"Percaya saya, yang juara saya sudah bisa menebak?, pertanyaan itu diulangi lagi.

Emak lainnya nylethuk - " kalau gitu ya Ndak usah ikut saja, kan sudah tahu siapa yang juara daripada buang buang waktu, tenaga dan biaya?".

"Ya kita ini kan meramaikan hari ulang tahun kemerdekaan negara kita, soal menang kalah, juara atau tidak ndak usahlah kita pikirin!", kata emak lainnya lagi.

Emak yang merasa yakin dengan prediksinya itu, tetap bersikukuh meyakinkan komunitasnya bahwa yang menjadi juara lomba gerak jalan atau Karnaval di Kelurahan Brondong ditunjukan. "Ini lho yang menang 1,2,3 saya tidak tahu yang juara satu siapa, juara tiga siapa, tapi tiga sekolahan ini", katanya sambil menunjukan arsip juara beberapa tahun kemarin.

Saya terperangah, ternyata emak emak yang wali murid itu, tetap menyimpan arsip juara lomba gerak jalan dan karnaval mulai beberapa tahun lalu, dan dalam hati saya berkata, " benar juga ya ini emak!".

Lantas, emak yang sedang menggendong putri kecilnya juga penasaran dan melempar pertanyaan, "Menurut sampeyan karena apa Mak, kok yang menang selalu ini, itu terus?".

Emak yang pertama memprediksi itu, menjelaskan, "Gini lho, selama panitianya itu, itu terus sampai kapan pun kita ndak bisa menang!".

"Maksudnya?".

"Ada conflic of interested di kepanitaaan. Mereka yang punya sekolahan, mereka yang punya lembaga - adalah mereka yang masuk dijajaran panitia", jelas emak itu.

Pikirku, Kolusi dan Nepotisme telah merambah semua sektor kehidupan ya. Ternyata bukan hanya ditingkat atas saja. Penghargaan yang di terima Pejabat kabarnya juga ada aroma itu.

"Ya, sudahlah Ndak usah ngelantur, kita tunggu saja, pengumuman siapa yang jadi juara?", pinta emak tadi.

Singkat kata, ternyata benar seribu persen prediksi emak tadi....tadi pagi saya dapat kabar yang juara lomba Karnaval kemarin, persis prediksinya emak emak tadi.

Ternyata analisnya tepat dari ilmu titen dan observasi lapangan. Ya sudah Mak, di terima saja!.(*)

Iklan
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.