WIB
Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • KTT Iklim sepakati pendanaan baru untuk negara berkembang • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Sambut Semarakkan Harkopnas Ke-79, Menkop Gelar Kick Of Bulan Koperasi • BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim, Perkuat Kemandirian Pangan Nasional • "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", tema Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli 2026 • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • KTT Iklim sepakati pendanaan baru untuk negara berkembang • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Sambut Semarakkan Harkopnas Ke-79, Menkop Gelar Kick Of Bulan Koperasi • BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim, Perkuat Kemandirian Pangan Nasional • "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", tema Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli 2026 • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern
Iklan Iklan Harkopnas 1
Internasional

Sempat Menukik Tajam, Pesawat Kargo Boeing 737 Jatuh di Pakistan

R

Redaktur

Kamis, 09 Juli 2026 · 03:18 WIB · 2 mnt baca

illustration pesawat
ilustrasi pesawat sember: pngtree

Tragedi penerbangan kembali terjadi. Otoritas penerbangan Pakistan mengonfirmasi penemuan puing-puing pesawat kargo Boeing 737 milik K2 Airways yang sempat dilaporkan hilang kontak. Saat ini, tim SAR gabungan tengah berpacu dengan waktu untuk mencari lima awak pesawat yang masih berstatus hilang.

Berdasarkan laporan Otoritas Bandara Pakistan (PAA), pesawat nahas tersebut sedang dalam perjalanan dari Sharjah, Uni Emirat Arab, menuju Karachi. Pada Selasa malam, kru pesawat sempat melaporkan adanya masalah pada sistem navigasi. Tak lama setelah itu, pantauan radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian yang sangat ekstrem dan perubahan arah yang tak wajar. Kontak komunikasi akhirnya terputus di titik sekitar 155 mil laut sebelah barat Karachi.

Iklan Didalam Tulisan

Data dari layanan pelacak Flightradar24 mengonfirmasi manuver fatal tersebut. Pesawat tercatat mengalami penurunan ketinggian secara tajam, sempat kembali naik, sebelum akhirnya menukik drastis untuk kedua kalinya.

Setelah melakukan pencarian intensif selama 12 jam, angkatan laut dan badan penyelamat maritim Pakistan berhasil mengidentifikasi lokasi jatuhnya pesawat. PAA melalui akun X resmi mereka menyatakan bahwa puing-puing berlogo "K2 Air" berwarna merah dan putih telah diangkat dari perairan Laut Arab, tepatnya di lepas pantai wilayah Ormara, selatan Pakistan.

Halaman 1 dari 2

Iklan Paket Lamar Kerja

Berita Terkait

Iklan