Ancaman Keamanan Siber Meningkat, Pengguna Diminta Lebih Waspada
Kesalahan Pengguna Masih Menjadi Celah
Selain kelemahan sistem, rendahnya kewaspadaan pengguna masih menjadi salah satu celah yang sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Korban biasanya terburu-buru membuka tautan, mengunduh dokumen, memasang aplikasi, atau memberikan informasi pribadi tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Pelaku umumnya menciptakan situasi yang membuat korban merasa panik atau tergoda. Pesan tersebut dapat berupa pemberitahuan bahwa rekening akan diblokir, tagihan belum dibayar, paket gagal dikirim, anggota keluarga mengalami masalah, atau korban memperoleh hadiah dalam jumlah besar.
Karena itu, pengguna perlu bersikap kritis terhadap setiap pesan yang meminta data pribadi maupun transaksi keuangan. Informasi harus diperiksa melalui kanal resmi lembaga yang bersangkutan, bukan melalui nomor telepon, akun media sosial, atau tautan yang dikirimkan oleh pihak tidak dikenal.
Bank Indonesia menyebut sejumlah kasus penipuan digital sebenarnya dapat dicegah melalui kebiasaan sederhana, seperti tidak membuka tautan sembarangan, tidak memberikan kode OTP kepada pihak lain, serta memeriksa kembali informasi transaksi sebelum melakukan pembayaran.
Pengguna juga disarankan menggunakan kata sandi yang berbeda pada setiap akun, mengaktifkan autentikasi dua faktor, memperbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala, serta menghindari penggunaan jaringan internet publik ketika mengakses layanan yang berkaitan dengan data penting atau transaksi keuangan.
Halaman 2 dari 4