Semangat Piala Dunia 2026 Jadi Inspirasi Pembangunan Zona Integritas di Kementerian Agama
Mamuju, wartamerdeka.net, - Semangat kebersamaan yang ditunjukkan tim-tim peserta Piala Dunia FIFA 2026 dinilai dapat menjadi inspirasi dalam membangun Zona Integritas di lingkungan Kementerian Agama.
Filosofi sepak bola modern yang mengedepankan kerja sama tim dianggap sejalan dengan upaya mewujudkan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Melalui tulisan opini berjudul "Sepak Bola dan Pembangunan Zona Integritas", Hamzah Durisa, ASN Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasangkayu sekaligus Penggerak GUSDURian, menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi tidak dapat bertumpu pada individu atau satu unit kerja saja.
Menurutnya, setiap bagian memiliki peran yang saling melengkapi demi mencapai tujuan bersama. Ia menjelaskan, sebagaimana dalam sepak bola modern, kemenangan diraih bukan hanya karena ketajaman lini depan, tetapi juga berkat pertahanan yang kokoh, koordinasi lini tengah, serta kerja sama seluruh pemain.
Prinsip tersebut dinilai relevan dengan pembangunan Zona Integritas yang membutuhkan sinergi seluruh unsur organisasi, mulai dari tingkat pusat, kantor wilayah, hingga kantor kementerian agama kabupaten. "Pembangunan Zona Integritas adalah kerja kolektif. Tidak cukup hanya satu bagian yang berinovasi, sementara bagian lain tertinggal. Seluruh lini harus bergerak bersama agar pelayanan kepada masyarakat semakin berkualitas,"
ujarnya. Hamzah juga mengingatkan bahwa capaian organisasi akan sulit maksimal apabila masih terdapat kelemahan pada salah satu sektor.
Menurutnya, keberhasilan inovasi pelayanan tidak akan berarti apabila tata kelola administrasi, pengawasan, maupun koordinasi internal belum berjalan optimal. Ia menilai budaya saling mendukung, terbuka, dan gotong royong harus menjadi fondasi utama dalam reformasi birokrasi.
Unit kerja yang telah berkembang diharapkan mampu menjadi pendamping bagi unit lain yang masih berproses, sehingga seluruh organisasi dapat tumbuh secara merata. Di akhir tulisannya, Hamzah menegaskan bahwa predikat Zona Integritas bukan sekadar hasil pemenuhan dokumen penilaian, melainkan cerminan budaya kerja yang dibangun secara konsisten oleh seluruh jajaran.
"Sebagaimana trofi Piala Dunia diberikan kepada tim terbaik, bukan hanya kepada pencetak gol terbanyak, demikian pula keberhasilan Zona Integritas hanya dapat diraih melalui kerja sama seluruh lini organisasi," pungkasnya.(Fik)
copyright@wartamerdeka.net
Ditulis oleh
Fikran Zikry Rahman
Saya fikran asal Sulbar Mamuju orang asli mandar yang bercita2 menjadi jurnalis yang berkarir hingga kanca Internasional mogah dengan niat baik di setiap langkah membawa saya sampai ke tempat yang baik juga
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!