WIB
Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • KTT Iklim sepakati pendanaan baru untuk negara berkembang • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Sambut Semarakkan Harkopnas Ke-79, Menkop Gelar Kick Of Bulan Koperasi • BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim, Perkuat Kemandirian Pangan Nasional • "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", tema Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli 2026 • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • KTT Iklim sepakati pendanaan baru untuk negara berkembang • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Sambut Semarakkan Harkopnas Ke-79, Menkop Gelar Kick Of Bulan Koperasi • BMKG Dorong Pemanfaatan Informasi Iklim, Perkuat Kemandirian Pangan Nasional • "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", tema Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 12 Juli 2026 • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern
Iklan Iklan Harkopnas 1
Hiburan

Pantai Kutang Lamongan: Sejarah Unik dari Sanksi Sosial hingga Jadi Destinasi Wisata Favorit

R

Redaktur

Kamis, 09 Juli 2026 · 22:58 WIB · 3 mnt baca

wisata-pantai-kutang
Dok: wartamerdeka.net

Pantai Kutang Lamongan belakangan ini menjadi salah satu destinasi wisata pesisir yang paling banyak diperbincangkan di Jawa Timur. Terletak di Dusun Kentong, Desa Labuhan, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, pantai ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menyimpan sejarah penamaan yang sangat unik dan menggelitik.

Bagi Anda yang baru pertama kali mendengar namanya, mungkin akan tersenyum simpul. Lantas, bagaimana sebenarnya asal-usul nama Wisata Pantai Kutang (WPK) ini bermula? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Iklan Didalam Tulisan

Sejarah Pantai Kutang: Bermula dari "Sampah" dan Keisengan Remaja

Sebelum dikelola secara profesional menjadi tempat wisata seperti sekarang, kawasan pantai di Dusun Kentong ini hanyalah area pesisir yang sepi dan ditumbuhi rimbunnya pohon mangrove. Kondisinya yang rindang dan jauh dari keramaian membuat lokasi ini dulunya sering dijadikan tempat berkumpul oleh muda-mudi.

Banyak arek-arek (remaja) yang menjadikan area ini sebagai tempat nongkrong atau nembak (menyatakan cinta) kepada pasangannya. Namun, aktivitas tersebut perlahan meninggalkan masalah lingkungan berupa tumpukan sampah.

Sejarah nama pantai ini mulai terbentuk ketika sekelompok remaja setempat yang sedang bermain di kawasan tersebut menemukan pemandangan tidak biasa. Di antara sampah yang berserakan, mereka menemukan banyak pakaian dalam wanita, yaitu kutang (bra).

"Dulu itu di sini rimbun banget, sering buat tempat mojok muda-mudi. Nah, arek-arek (remaja) sini yang kebetulan main nemu banyak sampah, anehnya kok ya banyak sampah kutang. Sama anak-anak itu akhirnya dipungut dan digantung di pohon-pohon bakau. Maksudnya buat iseng dan nyindir yang mesum dan buang sampah sembarangan," cerita salah seorang warga setempat mengenang awal mula fenomena tersebut.

Aksi spontan dan keisengan dari para remaja yang menggantungkan pakaian dalam di pohon tersebut secara tidak langsung menjadi semacam sanksi sosial bagi para pelanggar norma di area pantai.

Halaman 1 dari 2

Iklan Paket Lamar Kerja

Berita Terkait

Iklan