WIB
Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Evaluasi Haji 2026: Momentum Mewujudkan Layanan Haji Indonesia Semakin Humanis dan Modern • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed
Iklan Iklan Harkopnas 1
Nasional

Pemerintah Berikan Harga Khusus BBM bagi Nelayan Kapal 30-200 GT

Perkuat Daya Saing Sektor Perikanan Tanpa Bebani APBN

R

Redaktur

Kamis, 16 Juli 2026 · 07:54 WIB · 2 mnt baca

Pemerintah Berikan Harga Khusus BBM bagi Nelayan Kapal 30-200 GT
dok: wartamerdeka.net

Jakarta, wartamerdeka.net, - Pemerintah terus memperkuat keberpihakan kepada sektor perikanan sebagai salah satu penggerak perekonomian nasional. Salah satu langkahnya dengan memberikan harga khusus bahan bakar minyak (BBM) bagi pengusaha nelayan yang mengoperasikan kapal berukuran 30 hingga 200 gross ton (GT), kebijakan tersebut, guna mendukung efisiensi biaya operasional, menjaga keberlanjutan usaha, serta meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional.

"Karena pengusaha nelayan ini perlu diberikan harga kekhususan, tadi dibahas bahwa harga yang disepakati adalah di harga Rp15.000 per liter," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Keterangan Pers bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Bogor, Senin (13/07).

Iklan Didalam Tulisan

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa kebijakan harga khusus BBM merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk dukungan kepada pengusaha nelayan yang memiliki kapal berukuran 30 hingga 200 GT. Sebelumnya, nelayan dengan kapal di bawah 30 GT telah memperoleh BBM B50 dengan harga Rp6.800 per liter, sementara pengusaha nelayan dengan kapal berukuran lebih besar masih menggunakan BBM non-subsidi yang sempat mencapai sekitar Rp21.300 per liter. Melalui kebijakan tersebut, Pemerintah menyepakati pemberian harga khusus sebesar Rp15.000 per liter guna memberikan kepastian biaya operasional bagi pelaku usaha di sektor perikanan.

Menko Airlangga menyampaikan bahwa harga BBM non-subsidi berdasarkan rata-rata biaya produksi solar dalam negeri diperkirakan berada pada kisaran Rp18.600 per liter. Dengan demikian, selisih sekitar Rp3.600 per liter akan didukung melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk tahap awal, Pemerintah juga menyiapkan kuota sebesar 400.000 ton yang akan berlaku selama enam bulan ke depan.

"Oleh karena itu, Pak Menteri ESDM akan mengeluarkan regulasi terkait dengan subsidi tersebut, yang besarnya subsidi kira-kira Rp3.600 itu akan dibiayai oleh BPDP," jelas Menko Airlangga.

Pemerintah juga memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan tepat sasaran. Kementerian ESDM akan menyiapkan regulasi sebagai dasar pelaksanaan kebijakan, sementara penentuan titik-titik penyaluran akan dikoordinasikan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan guna memastikan distribusi BBM berjalan efektif dan menghindari potensi penyalahgunaan. (nov/tam/wm)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Paket Lamar Kerja
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif
Nasional

KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif

Surabaya, wartamerdeka.net, - Perubahan iklim tidak hanya memengaruhi hasil tangkapan nelayan, tetapi juga menambah beban ekonomi keluarga pesisir. Kondisi t...

Redaktur 3 mnt baca
Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.