WIB

Untuk pengalaman membaca yang lebih nyaman, alihkan ke mode gelap.

Breaking
• Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan" • Muswil ICMI Jatim secara aklamasi dan mufakat memilih Pitono Adi Nugroho sebagai Ketua Orwil ICMI Jatim untuk periode 2026-2030 • Martabat Pemimpin Tercermin Pada Titahnya • Tayangan percobaan wartamerdeka.net - Berfikir Merdeka, Bersuara Merdeka • Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajak satuan pendidikan hadirkan lingkungan belajar aman dan nyaman • Merugi, Pabrik Es KUD Minatani Di Tutup Sementara • KNTI Surabaya Dorong Bisnis Inovatif, Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir • Upacara Penutupan sebelum Final Piala Dunia FIFA 2026 Di meriahkan Penampilan Tom Cruise, Laura Pausini, Nicole Scherzinger, Robbie Williams, dan IShowSpeed • Mengukur Kepercayaan Masyarakat terhadap Negara Melalui SD Negeri • Menko Kumham Imipas, Yusril Ihza Mahendra, "Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan"
Iklan Iklan Harkopnas 1
Nasional

Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan

R

Redaktur

Jumat, 17 Juli 2026 · 09:04 WIB · 3 mnt baca

Etika Peradaban Fondasi Demokrasi dan Hukum Berkeadilan
Foto/ist

Jakarta, wartamerdeka.net, - Demokrasi, konstitusi, dan sistem ketatanegaraan tidak akan berjalan secara optimal apabila tidak ditopang oleh etika peradaban yang bersumber dari nilai-nilai agama dan moralitas. 

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra saat menjadi keynote speaker pada Peluncuran dan Bedah Buku Seri Pemikiran Prof. Dr. Nasaruddin Umar, M.A. di Auditorium Harun Nasution, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis (16/7).

Iklan Didalam Tulisan

3f23bf48-c211-4629-8697-d48d78e472a8.webp

Menurut Menko Yusril, dikutip dari laman Kemenko Kumham Imipas, pembangunan hukum yang berkeadilan harus dibarengi dengan penguatan karakter serta integritas para penyelenggara negara.

Dalam paparannya, Yusril menilai perjalanan intelektual Menteri Agama, Nasaruddin Umar melalui kajian tafsir Al-Qur'an, pemikiran Islam, dan spiritualitas menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan berbangsa. Yusril juga menyinggung keteladanan Mohammad Natsir sebagai contoh komitmen terhadap agama dan kebangsaan dapat berjalan beriringan.

“Nilai agama memberikan arahan moral pada kehidupan publik. Demokrasi, konstitusi, hak asasi manusia, dan lembaga negara tetap sangat diperlukan. Kendati demikian, semua ini akan menjadi rapuh jika tidak didukung oleh moralitas,” ujar Yusril.

Dalam negara yang majemuk, lanjut Yusril, seperti Indonesia, agama tidak dapat dipisahkan dari ruang publik. Namun, kehadiran agama harus diwujudkan dalam nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan yang melindungi seluruh warga negara tanpa membedakan latar belakang maupun kelompok mayoritas dan minoritas.

Dijelaskan juga bahwa ulama dan negarawan memiliki tanggung jawab yang saling melengkapi dalam membangun bangsa. Ulama menjaga kedalaman moral masyarakat, sementara negarawan menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam kebijakan dan kelembagaan negara. Di sisi lain, hukum berfungsi memastikan kekuasaan tidak dijalankan secara berlebihan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa hukum memiliki keterbatasan. Berdasarkan pengalamannya di bidang hukum dan pemerintahan, tidak semua persoalan kehidupan dapat dijawab hanya melalui teks peraturan perundang-undangan.

“Terkadang pasal-pasal tampak jelas, namun penerapannya dapat menghasilkan ketidakadilan. Di lain waktu, hukum memberi opsi, dan kualitas keputusan sangat bergantung pada karakter individu yang menjalankan otoritas tersebut,” katanya.

Karena itu, reformasi hukum tidak cukup hanya dilakukan melalui pembentukan regulasi baru, pembenahan kelembagaan, ataupun pengembangan sistem digital pemerintahan. Tanpa perubahan integritas penyelenggara negara, keadilan akan sulit terwujud.

Masih kata Menko Yusril, tantangan terbesar bangsa saat ini bukan semata-mata kekurangan perangkat hukum, melainkan masih lemahnya etika peradaban dalam kehidupan berbangsa. Oleh sebab itu, penerapan nilai-nilai etika harus menjadi bagian dari praktik kehidupan bernegara, dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan peran aktif negara dalam membangun karakter bangsa.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa produktivitasnya dalam menulis terus berlanjut. Ia mengatakan tiga buku yang diluncurkan pada kesempatan tersebut merupakan bagian dari puluhan karya yang telah diterbitkannya.

“Tiga hari yang lalu kami juga meluncurkan tujuh buku. Tujuh buku itu tidak termasuk tiga buku yang diluncurkan hari ini,” kata Nasaruddin.

Saat ini, dia tengah menyelesaikan karya besar berupa Tafsir Filosofi Al-Qur'an. Adapun tiga buku yang diluncurkan dalam kegiatan hari ini berjudul Pikiran yang Memurnikan, Simpul Pemikiran, serta Artikel dan Opini Pilihan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Saepudin Jahar, filsuf Franz Magnis-Suseno, jajaran pimpinan universitas, para guru besar, ulama, penulis dan pembahas buku, serta mahasiswa.(wm/red)

copyright@wartamerdeka.net 2026

Iklan Paket Lamar Kerja
Tag: #Hukum
R

Ditulis oleh

Redaktur

Komentar (0)

Tinggalkan komentar. Komentar langsung tampil setelah dikirim.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait

Dua Jenis Korupsi
Opini

Dua Jenis Korupsi

Oleh : Daniel Mohammad Rosyid _@Rosyid College of Arts_   Sepulang dari PT. PAL Indonesia 25 tahun silam, James Wharram -seorang perancang _polyneisian catam...

Redaktur 5 mnt baca
Iklan

Jangan ketinggalan berita

Aktifkan notifikasi untuk kabar terbaru WartaMerdeka langsung di perangkatmu.