Warga Tasik Minta Setelah Event TOF, Payung Geulis di Taman Kota Jangan Dibongkar

Warga Tasik Minta Setelah Event TOF, Payung Geulis di Taman Kota Jangan Dibongkar

TASIKMALAYA (wartamerdeka.net) – Sejumlah warga  meminta kepada pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya,  agar setelah usai perhelatan Tasikmalaya Oktober Festival (TOF) payung geulis yang bergelantungan di Taman Kota tidak  dibongkar.

Adang salah satu warga Indihiang mengatakan,  payung geulis itu lebih baik secara permanen dipasang di areal taman tersebut. Karena bisa menambah keindahan sehingga ada daya tarik tersendiri. Serta dapat menjadi salah satu icon taman Kota Tasikmalaya.

“Payung geulis itu saat ini sudah jadi viral di media sosial. Karena banyak dijadikan arena selfie sejumlah masyarakat, baik itu warga kota Tasikmalaya maupun yang datang dari luar kota. Tentunya secara estetika menjadi salah satu destinasi baru,”ujarnya, Minggu (15/10/2017).

Kata Adang, dengan adanya payung yang bergelantungan itu semakin menambah resik di areal batu andesit tersebut. Sehingga masyarakat merasa nyaman datang ke lokasi itu. Apalagi didukung tidak adanya sejumlah PKL yang biasanya mangkal berjualan di kawasan itu.

“Kini tinggal pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya saja, bagaimana supaya payung itu bisa bertahan permanen terhadap cuaca. Mungkin saat ini hanya tinggal dikemas lagi secara teknis. Sehingga payung itu bukan dipasang cuma selama kegiatan TOF saja,”bebermya.

Menurut Adang, pihaknya sangat berharap kepada Walikota Tasikmalaya supaya sejumlah payung itu dipertahankan. Bahkan juga kalau bisa harus diperkuat daya tahannya terhadap cuaca panas dan hujan supaya tidak cepat rusak.

“Sangat disayangkan kalau sejumlah payung itu dibawa lagi. Padahal tentuya akan sangat bermanfaat kalau payung tersebut tetap dipertahankan. Mudah-mudahan saja, saya berharap kepada pihak Pemkot Tasikmalaya jangan dibongkarlah,”tuturnya.

Sementara Gida salah satu warga Tamansari sangat mendukung sejumlah payung itu dipasang secara permanen. Bahkan pihaknya mengusulkan pemasangan payung itu bukan hanya di Taman Kota. Namun juga ada di sejumlah titik, misalnya di Dadaha, alun-alun dan yang lainnya.

“Sehingga nanti ada seni secara estetika yang merelresentasikan payung geulis sebagai salah satu icon Kota tlTasikmalaya. Tentunya itu bisa menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakatnya dengan cara menunjukkan identitas seni budayanya,”imbuhnya.(Ariska)

1 Komentar


  1. Setuju , kalo bisa juga sih itu petugas kebersihan tiap taman selalu standby buat ngebersihin , kaya di bandung gitu lah . Kan enak asri keurus bersih dan pastinya punya ke-khas an dari budaya setempat .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *