Tanam Kelapa di Desa Olimohulo, Nelson: Pemkab Gorontalo Siapkan Anggaran Rp 1 M untuk Pembibitan Kelapa

Tanam Kelapa di Desa Olimohulo,  Nelson: Pemkab Gorontalo Siapkan Anggaran Rp 1 M untuk Pembibitan Kelapa

LIMBOTO (wartamerdeka.net) – Tekad Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo untuk mengembangkan tanaman kelapa benar-benar serius. Dibuktikannya, dengan menggalakkan penanaman kelapa di sejumlah tempat, salah satunya menanam pohon kelapa di Desa Olimohu Kecamatan Asparaga, Rabu (11/10/2017). 

Pada kesempatan tersebut dirangkaian dengan penyerahan bibit pohon kelapa kepada masyarakat dan pemerintah desa.

“Hari ini sudah mulai kami lakukan penanaman kelapa di desa-desa. Sejak tahun ini Pemerintah Kabupaten Gorontalo menyiapkan anggaran 1 Miliar rupiah khusus pembibitan revitalisasi terhadap kelapa, ” kata Bupati Nelson saat ditemui usai melakukan penanaman kelapa tersebut.

“Kenapa kelapa ini kita kembangkan kembali ? Pertama, sebenarnya kelapa ini kalau dilihat salah satu komoditi unggulan di daerah dan ini sudah bertahun-tahun. Tapi kita lupakan. Kedua kelapa ini banyak manfaatnya,”ujar Bupati Nelson

Bupati menguraikan, adapun manfaat itu diantaranya, dari tempurungnya, airnya, sabut, daunnya dan sebagainya.

Kemudian manfaat ketiga,sekarang ini harga kelapa lagi naik dan trend kelapa kedepan itu lebih bagus karena apa? Sekarang ini tidak hanya dikelola oleh kita,tapi juga impor ke thailand,cina dan menjadi peluang bagi kita sekalian.

“Manfaat keempat,hari ini industri kelapa terus berkembang,  di Kabupaten Gorontalo saja sudah ada tri tunggal yang bahkan kapasitasnya ekspor, maka ini menunjukkan kelapa ini bisa berjaya kedepan,prospeknya jadi baik, ” urai Nelson.

Maka ini yang mendorong pihaknya mulai menggalakkan pengembangan kelapa di Kabupaten Gorontalo. Dan, di tingkat nasional Nelson bersama kepala daerah lainnya membuat koalisi pemerintah daerah penghasil kelapa.

“Kurang lebih ada 95 orang kepala daerah dan saya koordinator Nasionalnya, ” ujarnya.

Soal kelapa, menurutnya,  sudah  sudah djbicarakan dengan Kementerian  Pertanian,  dan mulai tahun depan anggaran untuk perkebunan termasuk kelapa itu ditingkatkan. Karena selama 3 tahun ini presiden Jokowi lebih memperhatikan pangan, dan sekarang  perkebunan.

Diingatkannya pula, bahwa perkebunan itu adalah komoditi penghasil uang. Seperti  kopi, kakao, kelapa, kelapa sawit dan sebagainya.

Perlu digaris bawahi, tambahnya, bahwa kelapa itu kebanyakan di Gorontalo bahkan seluruh Indonesia adalah komoditi rakyat. Berarti kalau kita membangun kelapa,  kita membangun rakyat. Tidak sama dengan perkebunan-perkebunan lain seperti, kelapa sawit lebih banyak pengusahanya atau tebu pengusaha lebih banyak

“Maka ini yang menggembirakan bagi kita. Khususnya,  Gorontalo cocok dengan kelapa,” tegas Bupati.

Bupati Nelson juga mengungkapkan, Kabupaten Gorontalo mengembangkan IFS. “Kita sudah sukses dengan jagung, maka saya melanjutkan ternak, Tapi saya ingin di Gorontalo  kita kembangkan kelapa dengan baik, di bawahnya ada jagung karena itu menjadi komoditi yang sudah jalan dan hilirnya peternakan. Sehingga itu yang disebut IFS yang kita lakukan di Kabupaten Gorontalo, ” katanya lagi.

Mantan Rektor UNG tersebut mengemukakan, penanaman kelapa juga bisa mengatasi masalah ekologi, karena bisa ditanam di lahan yang memiliki kemiringan.

” Dengan adanya kelapa bisa membuat ruang, apalagi dia bisa menyerap air yang banyak karena akar serabut kemudian menghambat longsor dan erosi yang terjadi,” tutup Bupati Nelson.  (Irfan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *