Sosialisasi Makanan Sehat Anggota DPR Hj. Dewi Asmara Gandeng BPOM

Sosialisasi Makanan Sehat Anggota DPR Hj. Dewi Asmara Gandeng BPOM

SUKABUMI (wartamerdeka.net) – Anggota Komisi IX DPR RI Hj. Dewi Asmara yang membidangi ketenaga kerjaan serta kesehatan menggandeng Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) gelar sosialisasi tata cara mengenal jenis obat yang baik serta makanan yang sehat dan layak konsumsi.

Sosialisasi tersebut digelar lantaran minimnya pemahaman serta pengetahuan masyarakat mulai dari cara mengenal jenis obat, kosmetik, bahkan makanan serta jajanan anak yang biasa di konsumsi sehari – hari.

Kegiatan tersebut tepatnya digelar di gedung serba guna yang terletak di Kampung Lewi peti, Rt. 03/04, Desa Bale Kambang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (08/10)

“Kegiatan ini dalam rangka pemberdayaan masyarakat mewakili Anggota Dewan dapil Kabupaten Sukabumi,” ungkap Hj. Dewi Asmara kepada wartamerdeka.net di sela acara.

Lanjut dia, untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat bagaimana cara mengetahui makanan dan obat yang baik serta sehat, pihaknya bekerjasama dengan BPOM untuk memberika pemahaman terkait jenis obat – obatan tersebut.

Menurut dia, masyarakat juga banyak yang tidak mengetahui dua hal tersebut, bahkan menganggap makanan serta obat – obatan itu hal yang sepele.

Oleh sebab itu, dalam pertemuan kali ini, masyarakat  diberi pengetahuan bagaimana cara mengecek obat tersebut itu asli atau palsu, serta cara mengenali makanan layak atau tidaknya untuk di konsumsi.

“Ketika mereka sudah mengetahui dua hal tersebut, maka dengan sendirinya masyarakat akan melakukan pola hidup sehat, dan hasilnya peserta BPJS pun tidak banyak yang sakit, tentunya itu bisa menghemat anggaran negara,” tuturnya.

Sehingga nanti anggaran tersebut, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan itu sendiri, baik itu untuk meningkatan pelayanan Rumah Sakit, perluasan bangunan, puskesmas yang lebih bersih misalnya, serta bisa memfasilitasi rawat inap untuk penyakit – penyakit tertentu.

Lebih lanjut Hj. Dewi Asmara menjelaskan terkait obat setelan yang sekarang marak di masyarakat, dirinya sudah meminta kepada BPOM beserta aparat Kepolisian dengan waktu yang dirahasiakan, serta diharapkan tidak bocor, untuk terjun melakukan pengecekan secara langsung.

Menurutnya, memang kewajiban negara untuk hadir melindungi masyarakat serta memberi pengetahuan melalui DPR RI terkait pengenalan jenis dan ciri – ciri obat yang asli tidak berbahaya, serta makanan yang baik untuk di konsumsi,
karena banyak masyarakat tidak mengetahui asli atau palsunya obat tersebut tanpa pemberitahuan seperti ini.

Sementara Kepala Desa Nagrak Utara, Basroh Ramdansyah S.Ip mengungkapkan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan pemberdayaan ini, sehingga masyarakat bisa berbondong – bondong untuk datang mengikuti sosialisasi ini agar masyarakat mengetahui serta memahami bagaimana cara memilih obat serta makanan yang sehat.

Di desa sendiri sering dilakukan kegiatan minimal 1 bulan sekali melalui kader posyandu yaitu pemahaman tentang pungsi daripada keluarga dan bagaimana memilih makanan serta obat – obatan yang baik, namun tidak sedetail seperti yang disampaikan BPOM tentunya.

“Oleh sebab itu kami berharap, bagaimana kedepan BPOM ini bisa melakukan sosialisasi tidak hanya di skala besar seperti ini saja, tetapi bisa hadir juga di desa – desa memberikan pemahaman kepada kader posyandu misalnya, sebagai garda terdepan untuk di sosialisasikan kembali kepada masyarakat khusunya di tingkat desa,” tutupnya mengkhiri.(Fa’is)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *