Rachmat Gobel Support Pembangunan Taman Budaya Limboto

Irfan /Aris | Senin, 08 Januari 2018 - 21:22 WIB
Rachmat Gobel Support Pembangunan Taman Budaya Limboto

LIMBOTO (wartamerdeka) -  Tahun ini, di pusat pemerintahan Limboto akan dibangun taman budaya limboto. Taman seluas 2 hektar itu berhadapan dengan areal kantor Bupati Gorontalo hingga depan Masjid Baiturahman Limboto, tepatnya di area rumah adat Banthayo Poboide. 

 
"Kita masih membutuhkan ruang terbuka hijau (RTH)  di Limboto maka pembangunan taman budaya limboto merupakan salah satu upaya untuk  memenuhi RTH di Limboto sebagai ibukota Kabupaten Gorontalo,"ungkap Bupati Prof.Nelson Pomalingo. 

Taman Budaya ini akan menjadi solusi pemenuhan RTH di Kota Limboto. Design Engenering Detail (DED) dan Master Plan pembangunan Taman Budaya Limboto sudah selesai. 

"Sehingga Januari  2018, proses tender taman yang menelan anggaran Rp 3,5 miliar akan dimulai," jelas Bupati Nelson dihubungi usai menemui Rachmat Gobel (RG) di Jakarta, Minggu (07/01) kemarin. 

Bupati Nelson mengatakan, pertemuannya dengan Rachmat Gobel salah satunya membahas ini. Karena sejak awal  dia menegaskan, dalam membangun daerah tidak hanya mengandalkan Anggaran APBD.

"Kita butuh kolaborasi semua pihak, sehingga apa yang kita harapkan dapat terwujud. Alhamndulillah, Beliau, Pak Rachmat Gobel siap mendukung, bahkan, beliau akan membantu percepatan pembangunan taman budaya ini dan akan diperjuangkan di Kementerian PUPR,"ujar Bupati Nelson. 

Selain itu, pertemuan dia dengan RG ini juga membahas kerjasama dengan Jepang. "Beliau akan mendatangkan investor Jepang untuk menanamkan modal di Kabupaten Gorontalo.
Pertemuan ini membahas banyak hal. Pada intinya membahas percepatan pembangunan di Kabupaten Gorontalo yang dampaknya demi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Gorontalo,"katanya. 

Seperti diketahui, kawasan rumah adat tersebut akan diperluas hingga di depan masjid Baiturahman Limboto. Taman Budaya Limboto ini nantinya akan dilengkapi sejumlah fasilitas. Seperti Ruang Terbuka Hijau, taman bermain, fasilitas internet (wifi) gratis, air mancur, serta panggung pagelaran budaya. 

Untuk ornamen adat Gorontalo turut ditampilkan seperti Polopalo dan tiang adat (Pahangga), monumen al Quran raksasa serta jalan yang menghubungkan Masjid Baiturahman Limboto dan kantor Bupati Gorontalo. 

Hadirnya taman terbesar di Kabgor itu juga akan menjadi Landmark baru Kota Limboto setelah Menara Ahmad Pakaya. Selain itu akan menjadi center point-nya Kabupaten Gorontalo, menjadi pusat kegiatan masyarakat bahkan menjadi pusat perdagangan. Bahkan bisa menjadi alternatif lokasi rekreasi murah dan merakyat.