KRI Sigorut 864 TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton Lebih

Badar | Sabtu, 10 Februari 2018 - 19:08 WIB
KRI Sigorut 864 TNI AL Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Ton Lebih

BATAM (wartamerdeka) - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), Sigorut-864 TNI Angkatan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar), berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba besar besaran ke Indonesia. 

Narkoba jenis sabu-sabu seberat kurang lebih 1 ton, berhasil diamankan dari Kapal MV Sunrise Glory berbendera Singapura, Barang bukti sabu-sabu tersebut  disamarkan diantara tumpukan karung beras, yang dibawa kapal tersebut.

Mengutip keterangan Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksma Pertama (Laksma), Gig Joenes Sipasulta, penangkapan bermula pada Rabu (7/2), saat KRI Sigurot-864 Koarmabar yang sedang melaksanakan Operasi Pengamanan Perbatasan RI-Singapore 2018 BKO Guskamlabar.

Kapal TNI - AL tersebut berhasil menangkap MV Sunrise Glory, di Perairan Selat Philips, pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas di luar Traffic Separation Scheme (TSS), dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapura.

 "Anggota kita yang ada di KRI sigorut-864 mencurigai pergerakan kapal tersebut, dan langsung memintanya untuk berhenti berlayar," ujar Kadispenal, Sabtu (10/2/2018).

Ditambahkannya, dari pemeriksaan awal, seluruh dokumen yang ada di kapal itu diindikasikan palsu, "karena hanya terdapat Foto Copy Dokumen, dan bukannya dokumen asli," imbuhnya.

Sebagai tindak lanjut, maka pada Kamis (8/2) pukul 16.00 WIB, dilaksanakan serah terima kapal Tangkapan dari KRI ke Lanal Batam. Selanjutnya, pada Jumat (9/2), petang, MV Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam. 

"Selanjutnya, dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat serta BC Batam, dan saat pemeriksaan, Tim berhasil menemukan barang bukti Narkoba berupa Sabu-Sabu sebanyak 41 Karung Beras, dengan perkiraan berat lebih dari 1000 Kg, barang-barang tersebut ditemukan di antara tumpukan karung beras dalam palka bahan makanan," ungkap Laksma Gig Joenas.

Petugas yang masih mencurigai  barang-barang bawaan di  kapal tersebut, selanjutnya masih terus melakukan pemeriksaan untuk mengantisipasi adanya barang-barang  terlarang lainnya.

"Kapten kapal dan ABK juga masih terus diperiksa aparat POM AL, dan BC guna mengungkap pihak-pihak yang berada di belakang aksi penyelundupan ini," pungkas Kadispenal.