Tolak Yarusalem Ibu Kota Israel

Sebut Trump 'Si Lansia Pikun dan Bermental Gila', Dua Jempol Untuk Korut

AY Ata | Minggu, 10 Desember 2017 - 05:32 WIB
Sebut Trump 'Si Lansia Pikun dan Bermental Gila', Dua Jempol Untuk Korut Donald Trump, Kim Jong Un dan Barack Obama.

Korea Utara, – Dua jempol buat Korea Utara. Negara yang dipimpin Kim Jong Un ini bernyali besar.

 Korea Utara (Korut) ikut mengecam keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Rezim komunis itu kembali menyebut Trump sebagai 'lansia pikun' dan 'bermental jiwa' dalam pernyataan terbarunya.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (9/12/2017), Korut bergabung dengan negara-negara dunia yang mengecam keputusan kontroversial Trump soal Yerusalem itu. Negara yang dipimpin Kim Jong-Un ini menyebut keputusan Trump itu 'ceroboh dan jahat'.

"Menimbang fakta bahwa lansia pikun yang bermental gila ini menyerukan kehancuran total terhadap sebuah negara berdaulat di PBB, aksi ini tidak begitu mengejutkan," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip Korean Central News Agency (KCNA).

Sebutan 'lansia pikun yang bermental gila' itu merujuk pada Trump. Dalam pernyataannya dengan Bahasa Inggris ini, Korut menggunakan kata 'dotard' yang berarti lansia yang pikun dan lemah.

Sebutan ini pernah digunakan Korut sebelumnya untuk menghina Trump yang terlebih dahulu mengejek Kim Jong-Un sebagai 'manusia roket' dalam pidatonya di hadapan Majelis Umum PBB beberapa waktu lalu.

"Tapi langkah ini jelas menunjukkan kepada seluruh dunia, siapa si penghancur keamanan dan perdamaian dunia, siapa si pria dan berbahaya di komunitas internasional," imbuh pernyataan itu, merujuk pada kata-kata yang sering digunakan banyak pihak untuk menyebut Korut.

Dalam pernyataannya via KCNA, Korut menyatakan 'kecaman keras' terhadap langkah AS yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Korut juga menekankan 'dukungan teguh dan solidaritas untuk warga Palestina dan warga Arab yang berjuang untuk mendapatkan hak-hak mereka yang sah'.

"AS akan bertanggung jawab atas semua konsekuensi dari aksi ceroboh dan jahat ini," kata Korut dalam pernyataannya.

Trump dan Kim Jong-Un terlibat perang kata-kata dan saling bertukar hinaan dalam beberapa bulan terakhir, saat ketegangan di Semenanjung Korea semakin memanas karena ancaman nuklir Korut.