Kasi Pidsus Kobar Lakukan Penyelidikan Kasus Tanah di Kecamatan Pangkalan Banteng

TH | Senin, 12 Februari 2018 - 07:02 WIB
Kasi Pidsus Kobar Lakukan Penyelidikan Kasus Tanah di Kecamatan Pangkalan Banteng Sejumlah warga Desa Karang Mulya diperiksa di Kejari Kotawaringin Barat

KOBAR (wartamerdeka) - Permasalahan tanah di Desa Karang Mulya,Kecamatan Pangkalan Banteng proses penyelidikannya  terus bergulir di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat. Diduga tidak sedikit orang yang bakal diproses.

Dari pantauan Warta Merdeka di lapangan, tidak sedikit tanah desa di Kecamatan Pangkalan Banteng itu diduga dijual kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit.  Diduga, proses penjualan itu bermasalah.

Menurut informasi  dari warga, penjualan tanah desa di lokasi itu diduga ada disalah gunakan  oleh  oknom tertentu. Dan tanah desa yang cukup luas wilayahnya, menurut warga kini merosot jauh.

Warga desa yang tidak bersedia disebut identitasnya itu mengaku, warga sudah mulai resah. Warga tersebut mengaku dirinya sudah diperiksa oleh Bagian Tipikor  Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat untuk dimintai keterangan seputar masalah tanah tersebut.

Menurutnya, kurang lebih 27 orang sudah dimintai keterangan terkait masalah tanah di kecamatan Pangkalan Banteng tersebut.

Dijelaskannya, yang mengetahui persis permasalahan tanah di desa itu   sebenarnya adalah mantan kepala desa Karang Mulya Ahmadi Riansyah dan yang  kini merupakan wakil Bupati Kobar.  

Ketika dihubungi oleh warta Merdeka kepada wakil Bupati  lewat via selulernya ternyata yang terdengar selalu nada  sibuk.Sementara kasi pidsus  Murary  Azis SH membenarkan, dirinya sudah melakukan pemanggilan kepada warga masyarakat Desa Karang Mulya, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat  untuk dimintai keterangan.

"Dan  kurang lebih 27 orang sudah hadir di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Barat," ujarnya sambil menambhakna bahwa dirinya terus melakukan pengembangan untuk mengumpulkan data. Ditanya apakah  ada keterlibatan oknom pejabat desa kasi Pidsus masih bungkam. Sambil tersenyumm dia hanya menjawab, "Tunggu masih lidik."