Sikap Arogan Kalem Suloara Menuai Sorotan

Tim | Senin, 12 Februari 2018 - 07:09 WIB
Sikap Arogan Kalem Suloara Menuai Sorotan harusnya tidak perlu panik kalau memang tidak ada masalah, tenang saja,"

TORAJA UTARA (wartamerdeka) - Sikap dan pernyataan Kepala Lembang Suloara', Agus Sedan, terhadap pemberitaan dugaan penyimpangan dana lembang di Toraja Utara, sebagaimana diberitakan wartamerdeka.net sebelumnya, kini menuai sorotan.

Sorotan bernada kecaman itu datang dari warga Toraja baik yang ada di dalam maupun di luar Toraja. Sorotan disampaikan melalui Whatsapp (WA) serta telepon langsung via ponsel ke awak media ini. Mereka umumnya menyesalkan tindakan arogan Kalem Suloara' itu.

"Kebakaran jenggot karena ketakutan he.he.he..harusnya tidak perlu panik kalau memang tidak ada masalah, tenang saja," ujar Anthonius Silamba via ponsel dari Samarinda.

Hal senada dilontarkan pemuka masyarakat Toraja di Jakarta, Ir. Deka Paranoan, lewat pesan Whatsapp-nya pada hari yang sama. "Kalau media ada data ya dibuka saja, kalau kepala lembang bersih dan benar ya tidak usah emosi/takut/marah-marah," beber Deka, tadi pagi.

Dia meminta Media dan LSM tidak hanya sampai pada pemberitaan. Kalau memang ada temuan, kata Deka, agar terus diangkat sampai aparat hukum turun tangan. "Tersangkakan satu yang sudah ada bukti demi selamatkan masyarakat dan pkampung halaman," timpalnya.

Begitu juga disampaikan seorang warga Toraja lain yang berdiam di Jakarta. Lewat pesan WA, warga ini enggan disebut namanya. "Arogan sekali itu namanya..kenapa dia tidak mau diliput itu para kalem. Ada apa-apalah. Tersudut  itu, malu makanya marah. Intinya kan ada issu, wartawan pasti diskusikan dulu..terus cari sumber/data-data lengkap..dan konfirmasi langsung ke tkp/orangnya..muncul berita," ungkapnya. Warga ini lebih jauh menuturkan dalam bahasa khas Toraja. "Mataku' to...saba' pasti den apa-apa (Takut itu..karena pasti ada apa-apa)," timpalnya.

Sementara itu, menyikapi hal ini, c, meminta para kepala lembang agar menyiapkan diri mempertanggungjawabkan dana lembang yang sudah digunakan baik tahun-tahun sebelumnya maupun tahun berjalan.

"Kita akan buka akses pengaduan masyarakat dan bersama masyarakat setempat terjun langsung ke lembang. Kita akan lihat fakta lapangan apakah sinkron dengan laporan masyarakat. Khusus dua lembang yakni Sesean Mataallo dan Suloara karena sudah heboh kita akan intens menggali dan mendalami lebih jauh sampai pada laporan kasusnya," tegas Roland yang juga dalam waktu dekat akan membongkar kasus dana stimulan 2017 di Kelurahan Pasele.

Selain dana stimulan, pria yang akrab disapa 'Pong Alan' ini juga mempersoalkan pembangunan AMP (Asphalt Mixing Plant) milik Yusuf Rombe yang juga ada di Pasele.