Seorang Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden RI Jadi Korban

Pembegal yang Beroperasi di Dekat Halte Transjakarta Grogol Resahkan Warga

Badar | Kamis, 05 Juli 2018 - 15:51 WIB
Pembegal yang Beroperasi di Dekat Halte Transjakarta Grogol Resahkan Warga

JAKARTA (wartamerdeka.net) - Setelah berhasil menangkap komplotan penjambret Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanudin, jajaran Polres Metro Jakarta Barat masih punya PR untuk mengejar pembegal seorang tenaga ahli Kantor Staf Presiden RI, bernama Armedya, yang terjadi pada 8 Juni lalu.

Bukan hanya sekedar barang berharga, dokumen rahasia pun turut raib digondol pembegal di sekitar Halte Transjakarta Glodok, Jalan Gajah Mada, kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat.

Menurut Armedya, para pembegal menggunakan modus informasi palsu adanya kerusakan pada ban mobil yang dikendarainya. Mereka terdiri dari empat orang mengendarai tiga sepeda motor.

Karena berulang kali diberitahu ada kerusakan di mobilnya, Armedya pun menepi dan turun untuk mengecek kondisi ban. Satu pelaku mengalihkan perhatiannya, sementara pelaku lain langsung menggondol tas ransel yang berisi satu unit MacBook ME294, harddisk Seagate, hard disk Western Digital putih milik KSP, dan uang tunai senilai Rp 3,3 juta.

"Kalau ditotal kerugiannya sekitar Rp 25 juta," ujar Armedya, Rabu (3/7).

Meskipun setelah kejadian ia melaporkan ke Polsek Metro Tamansari, hingga saat ini kasus dengan nomor laporan polisi 1026/VI/2018/Sektor Tamansari belum juga terungkap.

Armedya yang Tenaga Staf Ahli Muda Kedeputian III Bidang Kajian Pengelolaan dan Isu Ekonomi Strategis pun berharap agar laptop dan hard disk yang diambil bisa segera ditemukan. Karena bukan hanya sekedar barang elektronik, ada dokumen-dokumen penting Kepresidenan yang terdapat di dalamnya.


Baca Juga