Akhir Pencarian Korban KM Sinar Bangun Akan Ditentukan

DANS | Senin, 02 Juli 2018 - 18:14 WIB
Akhir Pencarian Korban KM Sinar Bangun Akan Ditentukan Foto: Basarnas tunjukkan foto objek KM Sinar Bangun di dasar Danau Toba

JAKARTA (wartamerdeka.net) - Nasib pencarian korban KM Sinar Bangun ditentukan besok. Operasi pencarian korban KM Sinar Bangun yang dilakukan Basarnas di Danau Toba hingga saat ini memasuki hari ke-14.

Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (dahulu Basarnas) masih melanjutkan pencarian korban Kapal Motor Sinar Bangun tenggelam di Perairan Danau Toba, Sumatera Utara. Namun, tenggat yang ditetapkan pemerintah yaitu sepuluh hari, sudah dilampaui dan mereka menyatakan bakal memutuskan nasib operasi pencarian itu pada Selasa (03/07/2018) besok.

"Masih ada perpanjangan tiga hari ini sampai besok. Perpanjang atau tidak, ya, besok ini," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Basarnas Marsudi, saat dihubungi media, Senin (02/07/2018).

Pencarian korban KM Sinar Bangun akan memasuki hari ke-15. Marsudi mengakui ada kendala dalam proses evakuasi korban, meski posisi kapal sudah ditemukan. 

Pada operasi terakhir Basarnas telah mendeteksi obyek bagian dari KM Sinar Bangun melalui peralatan Remotely Operated Vehicle (ROV), seperti kursi dan tali yang terdeteksi di koordinat 2 47 04.144 N - 098 45 10.560 E.

"Kondisi mayat juga sangat sulit. Walau kita sudah melihat, cara mengambilnya sulit itu," ujarnya.

Kendati nasib kelanjutan pencarian diputuskan esok, Marsudi mengaku Basarnas belum melakukan upaya pendekatan kepada keluarga korban terkait opsi penghentian pencarian. Dia mengatakan Basarnas bakal melakukan musyawarah kepada pihak keluarga korban apabila operasi pencarian akan dihentikan.

"Pasti dipanggil, lah, kita mediasi. Kita dialog, lah, dengan keluarga korban, dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, pemimpin daerah," ujarnya.

Terkait jumlah korban, data Badan SAR Nasional menunjukkan sampai saat ini 164 penumpang KM Sinar Bangun masih dinyatakan hilang. Sedangkan 21 orang dinyatakan selamat, dan tiga meninggal dunia. Namun, jumlah korban hingga kini masih simpang-siur karena ketiadaan data manifes kapal.

Bupati Simalungun, JR Saragih menyarankan supaya seluruh keluarga korban KM Sinar Bangun mengikhlaskan kepergian sanak saudara dan kerabat, dalam insiden itu. Dia beralasan jika dipaksakan mengangkat jasad korban yang kemungkinan besar tidak utuh lagi, bisa memberikan duka yang lebih memilukan lagi dan tidak baik untuk korban.

Pemkab Simalungun juga berencana mendirikan monumen demi mengenang peristiwa itu, dan pertanda bagi keluarga korban.

"Nama-nama para korban dituliskan pada prasasti monumen itu," kata Saragih.

Namun semuanya masih akan diputuskan Selasa, oleh pihak-pihak terkait, baik dari Pemerintah, maupun para keluarga korban yang masih setia menunggu di posko-posko korban KM Sinar Bangun.