Pengeroyok Ustadz Ditangkap Polisi

Badar | Minggu, 11 Februari 2018 - 20:26 WIB
Pengeroyok Ustadz Ditangkap Polisi Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi

JAKARTA (wartamerdeka) - Sekelompok ABG jalanan yang sering disebut anak Punk, pengeroyok Ustad Abdul Basit, di kawasan Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, diamankan Polisi Polres Jakarta Barat, Minggu (11/2/2018).

Anak-anak Punk tersebut, tidak terima ditegur Ustadz Abdul Basit, lantaran mereka sering bernyanyi dengan suara keras, dan membuat kegaduhan di Jalan KH Syahdan, Palmerah.

"Ini kasus kriminal murni, pelaku anak jalanan ini tidak terima di tegur korban akibat meresahkan warga sekitar,"  ujar Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi, saat press rilis di Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (11/2).

Hingga kini, pihaknya sudah mengamankan sebelas anak jalanan yang melakukan pengeroyokan tersebut, tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Peranan masing-masing masih didalami, karena setiap saat mereka itu duduk duduk nongkrong nongkrong, tidur di depan mushollah, depan rumah korban, dan kios kios, sehingga warga tergangu.

Pengungkapan kasus pengeroyokan terhadap Ustad Abdul Basit ini, berawal ketika istri korban, Nurliati (32) melaporkan kejadian penganiayaan yang dialami siaminya ke Polsek Palmerah Jakarta Barat.

Setelah didalami dan dilakukan penyelidikan, ternyata benar telah terjadi pengeroyokan ke korban Ustad Abdul Basit, yang merupakan guru agama, dan khotib di lingkungan Palmerah.

"Setelah kami klarifikasi, dan pemeriksa saksi saksi bahwa pelaku ada 11 orang. Informasi yang kami dapat, keresahan warga sekitar yang disebabkan oleh anak punk yang nongkrong tersebut, sudah berjalan dua minggu, dan bekas nongkrong mereka membuat sampah berserakan dimana mana, dan dalam kurun waktu dua minggu terakhir, korban memberikan teguran, sebanyak ketiga kali, karena sangat menganggu sekali," jelas Hengki.

Selain membuat keributan, mereka juga sering kencing sembarangan. Anak-anak ABG tersebut beberapa kali ditegur. Teguran ketiga itu lah, mereka tidak terima, dan saat ustad dalam perjalanan pulang ke rumah, dilakukan pengeroyokan.

Saat ini Polres Metro Jakarta Barat sudah menetapkan tiga tersangka pengeroyokan tersebut, polisi juga membentuk tim khusus untuk memburu para pelaku lainnya yang masih melarikan diri.

Sementara dalam pemeriksaan 11 remaja yang berhasil di amankan tersebut, usianya rata rata masih di bawah umur, dari sebelas orang remaja, tiga diantaranya remaja wanita, usianya 15 tahun, dan 16 tahun, jadi ada perlakuan khusus terhadap pelaku saat penyidikan.

"Di sini sama sama ada tokoh agama, tokoh masyarakat, tiga pilar, jadi jangan sampai isu berkembang ke arah yang berbeda. Kita netralisir suasana, Korban sudah kenal pelaku," tutupnya.