Didit Susilo: Berita Hoax dan Fitnah Mewarnai Pilkada Kota Bekasi

Pandi | Senin, 25 Juni 2018 - 17:25 WIB
Didit Susilo: Berita Hoax dan Fitnah Mewarnai Pilkada Kota Bekasi Didit Susilo

BEKASI (wartamerdeka.net) - Hari pencoblosan Pilkada dan Pilgub 2018 sudah di ambang pintu.  Haru biru masa kampanye telah dilewati. Pasang surut dalam berdemokrasi ternyata sulit untuk tampil membawa kegembiraan layaknya pesta demokrasi. Tetap saja dalam meraih kekuasaan kadang jauh dari nalar demokrasi yang sehat. Ada beberapa catatan yang muncul sempat mengaduk- aduk emosi para pendukung Paslon. 

Maraknya berita hoax, fitnah dan ujaran kebencian terus bergulir, bahkan dalam kampanye resmi Paslon juga m munculkan ujaran kebencian dan SARA.

Hal tersebut dikatakan Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Menurut Didit , di masa tenang masih saja marak selebaran yang berisi berbagai kampanye hitam ala demokrasi premanisme. 

Tapi repotnya hal tersebut sulit diusut secara hukum dan pasti semua timses membantah melakukan kampanye hitam.

Kalaupun pelakunya tertangkap, pasti hanya orang suruhan, sedangkan aktor intelektualnya tetap tidak tersentuh.

Kembali ke pra pencoblosan, ternyata banyak ditemui calon pemilih tidak mendapat undangan. 

Meski bisa menggunakan hak pilih dengan E-KTP dan KK sebelum TPS ditutup.

Penurunan jumlah DPT sekitar 300 ribu calon pemilih, ternyata berdampak pada calon pemilih yang tidak mendapat undangan karena tidak terdaftar dalam DPT. 

"Masih ada undangan yang tidak tepat  sasaran karena calon pemilih sudah meninggal dunia, tapi masih terdaftar dalam DPT ,"jelas Didit baru baru ini.

Didit menegaskan warga masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam pengawasan langsung di setiap TPS pada saat pencoblosan dan penghitungan suara. 

"Dokumentasi diperlukan dan  jika menemukan potensi pelanggaran dan kecurangan segera laporkan ke Panwascam setempat," ujarnya.

Dalam pengamatannya dan kesimpulan berbagai lembaga survei diprediksi secara Riel Paslon petahana Rahmat Effendi- Tri Adhianto akan menang mudah. 

"Hingga saat ini tidak ada kejadian politik yang luar biasa sehingga secara Riel Petahana akan melenggang. 

Cuma diprediksi justru angka golput sangat menghawatirkan karena terbentur dengan pemilih urban yang sebagian belum balik ke Kota Bekasi karena disebabkan masih libur panjang anak sekolah," ujarnya.

Diharapkan Stakeholders warga setempat yaitu RT/RW untuk aktif menghimbau warga yang sudah wajib memilih untuk menggunakan hak pilihnya.  

Meski ini kontestasi harus  tetap jaga kondusifitas dan saling silaturahmi saat menuju TPS, apalagi ini masih suasana lebaran," pungkasnya.