Dituding Lakukan Penganiayaan, Anggota DPR Dipolisikan

Badar | Kamis, 21 Juni 2018 - 10:56 WIB
Dituding Lakukan Penganiayaan, Anggota DPR Dipolisikan

JAKARTA (wartamerdeka.net) - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Herman Heri dilaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan. Bersama ajudannya, Hery dilaporkan karena telah memukuli pengendara mobil, Ronny Kosasih Yuliarto dan istrinya.

Kuasa hukum Ronny, Febby Sagita mengatakan, pengeroyokan dan penganiayaan terjadi di jalur bus Transjakarta, Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan pada Minggu (10/6) sekitar pukul 21.30-22.00 WIB.

Peristiwa bermula ketika Ronny yang masuk ke jalur tersebut dan dihentikan oleh polisi untuk dilakukan proses penilangan. Saat itulah, datang dari belakang sebuah mobil Rolls Royce Phantom dengan nomor polisi B 88 NTT yang juga masuk busway.

Karena tidak sabar menunggu proses yang dilakukan polisi terhadap Ronny, Herman Heri langsung turun dari mobil dan menghampiri Ronny. "Ketika keluar dari mobil mungkin merasa terganggu, bilang 'apa kamu' dan langsung main tangan dengan korban. Saat korban mencoba membalas, lalu dikeroyok oleh ajudannya juga," ujar Febby, Kamis (21/6).

Melihat suaminya dianiaya, istri korban mencoba melerai. Namun bukannya berhenti memukuli Ronny, ajudan legislatif tersebut juga malah memukul istri Ronny dan disaksikan kedua anaknya yang berusia tiga serta 12 tahun.

"Mereka melakukan aksi pengeroyokan tanpa memedulikan dua anak korban yang masing-masing berusia 3 dan 12 tahun. Mereka syok dan menangis," ucapnya.

Febby pun menyayangkan polisi yang ada di lokasi saat itu karena tidak berbuat apa-apa melihat tindakan penganiayaan yang diterima oleh Ronny. Bahkan Herman Heri dan ajudannya sama sekali tidak merasa bersalah, dan pergi begitu saja.

"Plat nomor dapat, kita coba cek. Di Indonesia yang punya mobil itu mungkin bisa dihitung jari. Kita cocokan mukanya," tutur Febby.

Setelah kejadian, Ronny beserta istrinya pun melakukan visum di RS Pertamina Pusat, Kebayoran Baru. Dan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (11/6). Laporan korban diterima dengan nomor LP 1076/VI/2018/RJS. Pelaku dilaporkan atas tindakan pengeroyokan, Pasal 170 KUHP.

"Tapi karena waktu itu sudah mendekati Idul Fitri, polisi menyatakan akan menindaklanjuti perkara ini setelah libur Lebaran pada hari ini. Kita akan follow up laporan yang sudah kami lakukan," tandasnya.