Temuan BPK Harus Dibuka ke Masyarakat

Tim | Selasa, 12 Juni 2018 - 17:56 WIB
Temuan BPK Harus Dibuka ke Masyarakat

MAKASSAR (wartamerdeka.net) - Meskipun BPK telah menemukan kerugian negara atas proyek Peningkatan Jalan Rantepao-Tikala tahun 2017, namun hal itu belumlah cukup. BPK harus mengumumkan ke publik hasil pemeriksaan dan temuannya.

"Apa yang ditemukan BPK harus dibuka ke masyarakat supaya dari pihak LSM dan pihak siapa saja bisa pahami. Juga pihak yang sudah melakukan kesalahan bisa langsung diproses secara hukum," ujar Anthonius Silamba, via telepon genggam dari Jakarta, siang ini (12/6).

Akuntan Publik yang berdiam di Samarinda ini, juga meminta ketegasan pihak BPK pasca temuan. Artinya, tidak boleh lagi ada solusi lain di luar dari pengembalian kerugian negara.

"BPK harus tegas dengan rekomendasi temuanya kalau memang ada. Kalau misalnya itu bisa diperbaiki kembali ya proyek lain yang mangkrak bisa juga kalau begitu. Yang sudah bermasalah harus ditindakilah," beber Anthonius yang getol mengontrol Pemda Toraja ini.

Kalau pun dilakukan perbaikan, tambah Anthonius, maka yang harus mengerjakan kontraktor lain. "Bukan kontraktor itu lagi. Kalau masih kontraktor yang sama berarti dua kali kerugian, atau kalau untung dua kali untung," ungkapnya seraya meminta informasi mengenai temuan tidak diblow-up lebih jauh sebelum ada penyampaian resmi dari pihak BPK.

Dia melihat ada kelemahan selama ini dengan kepemimpinan Bupati Kala'tiku Paembonan dengan pendampingnya, Yosia Rinto Kadang.

"Kesalahan juga ada di Kala' sebenarnya. Harusnya tegas dan punya pendirian yang tidak gampang diombang-ambing. Saya lihat Pak Kala' bukan leader tapi pekerja," jelasnya.