Bermasalah, Toraja Transparansi Soroti Pembangunan AMP di Tallunglipu Torut

Tim | Rabu, 06 Juni 2018 - 09:29 WIB
Bermasalah, Toraja Transparansi Soroti Pembangunan AMP di Tallunglipu Torut

TORAJA UTARA (wartamerdeka) - Keberadaan Pembangunan AMP (Asphalt Mixing Plant) milik Yusuf Rombe di wilayah perbatasan Kelurahan Tallunglipu Matallo-Kelurahan Pasele atau perbatasan antara Ba'lele-Tallunglipu, dinilai tidak layak. 

Pasalnya,  pembangunannya berada di tengah permukiman penduduk. Imbasnya yang akan kena dampak lingkungan adalah warga di sekitar yang tinggal.

Selain itu, lahan lokasi AMP tersebut bermasalah karena statusnya sebagai tanah Tongkonan Pong Munda'-Ne' Rongko'. Di internal tongkonan terjadi persilisihan pro-kontra menyikapi soal AMP ini.

Atas dasar tersebut, Toraja Transparansi (TOTRANS) lalu melayangkan surat kepada Bupati Toraja Utara Kala'tiku Paembonan tanggal 1 Juni 2018. Surat dengan perihal Pemberhentian Sementara Pembangunan AMP, ditandatangani Roland Hutasoit selaku Koordinator Investigasi dan Penindakan.

Dalam surat TOTRANS, Roland meminta Bupati Kala'tiku memerintahkan agar menghentikan sementara pembangunan AMP dimaksud.

Selain karena soal lahan rawan sengketa, yang paling penting menyangkut perizinan utamanya izin lingkungan seperti AMDAL atau UKL-UPL.

Tanpa ini, kata Roland dalam suratnya, Dinas Lingkungan Hidup Torut tidak dapat mengeluarkan izin produksi.

"Dokumen AMDAL atau UKL-UPL wajib dimiliki. Ini diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup," jelas Roland seraya menyebut dokumen lain  yang diperlukan.

Dokumen itu antara lain, advice plan, izin prinsip, surat pernyataan dukungan masyarakat kelurahan Tallunglipu Matallo, surat kesepakatan bersama, surat rekomendasi ketinggian bangunan AMP, surat rekomendasi pembangunan AMP dari Bupati, dan izin operasional dari Kadis Lingkungan Hidup Torut.