Ada Isu Uang Pengganti Rp 278 Juta Sudah Cair, Pengurus Madjid Al-Huriah Kaget

Ariska | Senin, 04 Juni 2018 - 22:18 WIB
Ada Isu Uang Pengganti Rp 278 Juta Sudah Cair, Pengurus Madjid Al-Huriah Kaget

TASIKMALAYA (wartamerdeka) - Persoalan uang sebesar Rp 278 juta sebagai pengganti Masjid Al-Huriah di Kampung Cimerak RW 02 Kelurahan Sukaasih Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, kini terus bergulir menuai polemik.

H Yudi, salah satu pengurus atau  nadir Masjid Al-Huriah mengatakan, tempat ibadah itu merupakan salah satu yang terkena dampak pembebasan pembangunan mega proyek jalan lingkar utara.Sehingga mesjid tersebut akan mendapat uang penganti dari Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya.

“Namun sampai sekarang ini, kami belum mendapat uang penganti tersebut.Padahal dari list BPN kepada Kejaksaan disebutkan bahwa uang pengganti masjid sebesar Rp 278 juta itu sudah cair pada 7 Oktober 2016,”ujarnya di sela audensi di Kantor BPN Kota Tasikmalaya, Senin (5/6/2018).

Bahkan kata Yudi, yang disampaikan dalam list tersebut juga menggunakan nomor rekeningnya.Tapi sampai sekarang ini sudah satu tahun delapan bulan uang itu tidak cair.Sehingga kontradiksi dengan list BPN kepada Kejaksaan dan ini tentunya yang menjadi pertanyaan.

“Saya mempertanyakan kemana, kepada siapa mencairkannya.Terus terang ini telah dijadikan bola pingpong, karena sudah satu tahun delapan bulan.Kalaupun ada penjelasan tidak bisa dicairkan, tentunya kita akan diam.Karena ada list itu bisa jadi masalah,”kesalnya.

Menurut Yudi, dengan adanya kisruh itu, tentunya pihak yang paling bertanggung jawab adalah panitia pembebasan lahan mega proyek lingkar utara.Kebetulan ketuanya itu adalah Kepala BPN, sehingga pihaknya pun sengaja mendatangi untuk meminta penjelasan dalam audensi itu.

Bahkan pihaknya meminta supaya di-cek ulang list tersebut takut jadi dokumen palsu. Rencananya pertemuan akan dilanjut dengan menghadirkan sejumlah komponen yang komplit yang bisa menjelaskan dan membuka ruang untuk solusi atas permasalahan ini, supaya segera clear.

“Terus terang dengan adanya persoalan itu, saya sangat dirugikan, karena jadi sumber fitnah. Pasalnya itu yang dipakai adalah nomor rekening pribadi.Sehingga terkadang warga itu sudah menyangka sudah cair dari dulu.Tapi uangnya tidak dibangunkan masjid,”terangnya.

Sementara itu Kasie Pengadaan BPN Kota Tasikmalaya, Kursin menjelaskan, dalam persoalan itu ada miskomunikasi, mungkin warga berpendapat uang sudah dicairkan dan sudah dibayarkan.Tapi ternyata belum, karena masih ada di Dinas PUPR atau Pemkot Tasikmalaya.

“Kenapa belum dibayar, karena izinnya belum ada, kan wakaf itu harus ada izin dari Kementrian Agama. Setelah ada izin terus pelepasan. Adapun dibayarnya juga bukan dengan uang, tapi dengan bentuk tanah.Terkait dengan list itu, besok saya akan ke Kejaksaan,”pungkasnya.