Ketum IPJI Safari Ramadhan ke Riau dan Belitung

Ar/Sumber: IPJI | Senin, 04 Juni 2018 - 11:52 WIB
Ketum IPJI Safari Ramadhan ke Riau dan Belitung Ketum IPJI Taufiq Rachman (kedua dari kanan)

JAKARTA (wartamerdeka) -  Ketika orang berkemas mudik lebaran di penghujung Ramadan tahun ini, Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia ( IPJI ) justru sibuk konsolidasi ke daerah.

Hari ini, 4 Juni 2018 Ketua Umum IPJI, Taufiq Rachman dan beberapa staf,  bertolak ke Pekanbaru Riau. 

Selain Pekanbaru, kegiatan yang dibungkus dengan tema Safari Ramadhan ini berlanjut ke Tanjungpinang dan Batam, Kepulauan Riau dan Tanjung Pandan, Belitung. 

Menurut Wasekjen IPJI Toni Flamingo, selain konsolidasi dan silaturahmi, juga akan diisi dengan berbagai pembekalan kepada wartawan daerah, agar siap menghadapi tantangan dunia jurnalistik yang kian berkembang.     

"Di zaman now butuh sumber daya manusia yang berkualitas. Kemajuan tehnologi harus disikapi para jurnalis dengan pengetahuan yang memadai, sehingga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujar Toni di Bandara Soetta.  

Alasannya, lanjut Toni, pers saat ini, bukan hanya sekadar cetak, melainkan sudah digitalisasi berkat pesatnya kemajuan teknologi informasi. 

"Nah, digitalisasi ini, atau akrab dengan sebutan Revolusi 4.O, jurnalistik tak hanya tulisan, tapi juga audio visual, atau akrab dengan sebutan jurnalistik elektronik," tutur Toni, menyebut menu jurnalistik di media online komplit,  baik cetak (digital) dan televisi.

Karena itu, menurutnya, perubahan era itu ditanggapi positif oleh beberapa pengurus IPJI  dengan membidani lahirnya Ikatan Media Online (IMO) maupun Perkumpulan Media Online (PWO) Independen Nusantara yang diperuntukan bagi wartawan.

"Walau tidak ada kaitan struktural, IMO dan PWO bukti kepedulian pengurus IPJI menjawab perubahan zaman," urai Toni.

Makanya, di Batam dan Tanjungpinang,  Toni menyebut ada beberapa MOU kerjasama IPJI  dengan institusi setempat yang harus ditandatangani Ketum.

"Batam butuh media kritis. Banyak masalah di daerah ini. Contohnya 16 ribu hektar hutan konservasi dicaplok pengusaha tanpa satupun ditulis media", ujar Toni.               

Setelah itu tambah Toni lagi, safari Ramadhan diakhiri di Tanjungpandan Belitung. 

"Selain rangkaian pertemuan dengan para penulis. Insya Allah Ketum akan menyempatkan waktu mendatangi Polres setempat guna menjenguk rekan wartawan yang sedang mendapat musibah", pungkas Toni.