PT Grace Rich Marine Gelar Konferensi Pers Terkait Perizinan Perusahaan

Sihat | Senin, 28 Mei 2018 - 03:35 WIB
PT Grace Rich Marine Gelar Konferensi Pers Terkait Perizinan Perusahaan

KARIMUN (wartamerdeka) - Untuk meluruskan atau menggunakan hak jawab terkait pemberitaan permasalahan perizinan PT.Grace Rich Marine (GRM) di Media Massa dalam beberapa minggu ini,kuasa hukum dari PT.Grace Rich Marine dengan didampingi General Manager (GM) serta beberapa orang perwakilan dari perusahaan tersebut, kemarin, mengundang media massa untuk melakukan konferensi pers.

Kuasa hukum PT.Grace Rich Marine,Orik Ardiansyah,SH dalam press release menyampaikan bahwa PT Grace Rich Marine telah memiliki atau memegang izin resmi yang lengkap untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan galangan kapal (Shipyard) sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam hal ini PT.Grace Rich Marine berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mentaati,tunduk dan patuh terhadap perundang-undangan yang berlaku,termasuk Peraturan Daerah (Perda) serta segala sesuatu yang berhubungan dengan investasi PT Grace Rich Marine di Kabupaten Karimun.

"PT Grace Rich Marine pada intinya sangat mendukung dalam penciptaan lapangan kerja,peningkatan ekonomi rakyat,mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) khususnya daerah Kabupaten Karimun,Provinsi Kepri dengan tetap pada koridor hukum yang berlaku,"terang Orik.

Orik saat itu menunjukkan peizinannya yaitu,Surat Keputusan Dirjend Perhubungan Laut dengan No: BX-67/PP207 tentang izin untuk melaksakan pekerjaan pengerukan dalam rangka pendalaman alur dan kolam guna menunjang pembangunan galangan kapal yang berlokasi didaerah lingkunagn kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan Tanjung Balai Karimun,Provinsi Kepri.

Juga Surat Keputusan Menteri Perhubungan RI No: KP 428 Tahun 2016 tentang pemberian izin untuk melakukan pekerjaan reklamasi perairan di dalam daerah lingkungan kerja dan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan Tanjung Balai Karimun,Provinsi Kepri.

Serta beberapa keperluan administrasi atau perizinan lainnya yang diperlukan sebagai syarat untuk proses pelaksanaan pembangunan galangan kapal perusahaan tersebut.

GM PT.Grace Rich Marine,Edy Lumawi menerangkan, permasalahan ketidak hadirannya dalam hearing ketiga di DPRD Karimun karena pada saat itu dirinya sedang sakit dan bahkan sampai masuk rumah sakit.Untuk membuktikan bahwa dirinya sedang berada di rumah sakit Awal Bros,Edy memerintahkan karyawannya yang berada di Karimun mendatangi kantor DPRD untuk memberitahukan keadaannya pada saat itu.

Dengan melalui karyawannya atas ketidak hadirannya juga sudah disampaikan kepada Staf Komisi III bukti keterangan Dokter melalui WhatsApp Messenger yang disampaikan Edy kepada karyawannya.Jadi pihak PT.Grace Rich Marine bukan tidak mau menunjukkan semua dokumen perizinannya,tetapi karena berhalangan untuk bisa hadir dalam hearing ketiga tersebut.

"Untuk itulah kami mengundang rekan-rekan pers agar pemberitaan permasalahan perizinan PT.Grace Rich Marine dalam beberapa minggu yang lalu dapat kami luruskan sebagai hak jawab kami sesuai dengan Undang-Undang Pers No.40 Tahun 1999,dan bukan untuk meng-counter atau memberikan sanggahan hal-hal yang tidak perlu. Namun cuma ingin menunjukkan bahwasanya ada opini-opini tertentu yang menyatakan PT.Grace Rich Marine tidak memiliki perizinan,tetapi kami disini hanya ingin menunjukkan jati diri kami yang sebenarnya," tegas Edy.