Krisna Group Jatiwaringin Jakarta Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya

DANS | Rabu, 16 Mei 2018 - 01:20 WIB
Krisna Group Jatiwaringin Jakarta Kecam Aksi Teror Bom di Surabaya Para anggota Krisna Group Jatiwaringin (KGJ) dalam sebuah kegiatan, Januari 2018

JAKARTA (wartamerdeka) - Peristiwa teror bom bunuh diri yang meledak di 3 (tiga) gereja di Surabaya, dan sejumlah tempat merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan.

Aksi teror yang menyasar tiga gereja yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Surabaya. Sampai Selasa (15/5/2018) sudah 28 orang tewas akibat teror bom di sejumlah tempat di Surabaya.

Dapat dibayangkan, jika para jemaat yang ingin menjalankan ibadah Minggu pagi, justru dibunuh oleh para teroris yang berpikiran sesat dan bejad itu. Tindakan ini sungguh sangat memilukan bagi keluarga-keluarga yang mengalami musibah, dan warga gereja diseluruh dunia. 

Atas peristiwa tersebut, Perkumpulan Krisna Group Jatiwaringin (KGJ) yang merupakan wadah perhimpunan para Alumni Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS) Jakarta, Lintas Angkatan-Lintas Fakultas sangat prihatin dan berempati terhadap seluruh keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang luka-luka. 

Krisna Group Jatiwaringin (KGJ) menyatakan sikap atas perbuatan keji dan tidak berperikemanusiaan itu dengan pernyataan sebagai berikut: 

(1). Mengecam keras dan mengutuk tindakan keji pengeboman gereja-gereja di Surabaya maupun Mapolresta Surabaya, yang menghilangkan nyawa orang banyak;
(2). Mengecam dan mengutuk tindakan-tindakan teror biadab dan tidak berperikemanusiaan, karena tidak sesuai dengan ajaran agama dan HAM;  
(3). Melawan secara tegas segala bentuk Radikalisme dan Terorisme yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); 
(4). Mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk segera memburu dan menangkap para pelaku pemboman di Surabaya, terutama menumpas para dalang dibalik aksi teror bom tersebut;
(5). Mendesak aparat Kepolisian dan TNI untuk memburu dan menangkap mereka-mereka yang pernah belajar dan terlibat jaringan teroris Internasional yang kembali ke bumi Nusantara; 
(6). Mendesak Pemerintah untuk menertibkan dan membasmi kelompok-kelompok yang tidak jelas dan berafiliasi faham Radikalisme dan Terorisme;
 (7). Mendesak DPR RI untuk segera mensahkan UU Anti Terorisme yang sudah 2 (dua) tahun lebih terkatung-katung;
(8). Mendorong Pemerintah RI untuk terus melakukan perkuatan pemahaman Ideologi Pancasila, terutama ke sekolah-sekolah Dasar hingga Menengah dan Perguruan Tinggi, sebagai wahana Pendidikan Nasional Indonesia yang seutuhnya.  
(9). Mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang beragama, untuk bersama-sama membangun tali kasih, dalam wujud Persaudaraan dan Persatuan Indonesia. 
(10). Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk selalu waspada dan peduli lingkungan, dalam rangka mendeteksi, mengantisipasi serta bersama-sama menghalau gangguan perilaku radikalisme dan terorisme.

Pernyataan sikap ini disampaikan kepada redaksi, oleh Ketua Umum Krisna Group Jatiwaringin (KGJ), Danny PH Siagian, SE., MM, bersama anggota Dewan Penasehatnya, Dr. Eddy Sanusi Silitonga, SE., MM, hari Selasa (15/05/2018) sore, di bilangan Jakarta Timur.

Beberapa anggota KGJ yang sempat membubuhkan nama dalam pernyataan mewakili 123 anggota KGJ seluruh Indonesia antara lain: Dr. Bongsu Saragih, SE., MM; Sahat Situmorang, SE; Benny Irianto N; Heriyanto S; Demak Bonar PS; Esron YN; Choky Pardede; Danu Sebayang; Maydin RH Sitanggang; Nixon Hutagalung; Donald Alfari Pakpahan; Rumondang M Sitompul; Trikora Simanjuntak. Para alumni KGJ yang secara keseluruhan berpendidikan S-1, S-2 hingga S-3 itu, memiliki aktivitas diberbagai bidang, dari mulai: PNS di Instansi Pemerintah; Pejabat eselon di BUMN; Advokat; Kontraktor; Dosen; Wirausahawan; Karyawan swasta; Jurnalis; Pimpinan Organisasi Massa; dan lain-lain. 

Dalam aktivitasnya, KGJ sangat intens dalam hal pertemuan suka maupun duka, sebagaimana yang telah diatur dalam AD/ ART nya. Misi perkumpulan ini, menjalin persaudaraan dan persahabatan sesama rekan seperjuangan semasa kuliah dulu di UNKRIS Jatiwaringin, Pondok Gede, Jakarta Timur, sejak tahun 1978 hingga tahun-tahun selanjutnya. 

Sementara itu diketahui, aksi solidaritas juga dilakukan puluhan anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta menggelar aksinya Minggu (13/05/2018) malam di jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, depan kantor sekretariatnya. Mereka membentangkan beberapa buah spanduk dan memasang lilin mengelilingi spanduk. 

Sejumlah warga Surabaya juga menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan ‘Suroboyo Wani’ di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur Minggu malam. Aksi serupa juga dilakukan sejumlah warga Bandung juga menggelar aksi seribu lilin di Lapangan Gasibu, Bandung. 

Demikian juga di Blitar, Jawa Timur, yang digelar di halaman TMP Radin Wijaya. Aksi yang digelar berbagai elemen mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat pengguna jalan. Tak ketinggalan solidaritas masyarakat Solo, Jawa Tengah, yang menyalakan lilin dan berdoa bersama untuk korban bom gereja di Surabaya.  

Terpisah, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo menegaskan RUU Antiterorisme akan segera disahkan pada masa sidang DPR RI di bulan Mei ini. Pemerintah diminta satu suara dalam pembahasan finalisasi revisi UU terorisme di DPR.

"Presiden minta RUU Antiterorisme selesai paling lambat bulan Juni. Kami di DPR RI menegaskan siap untuk ketuk palu di bulan Mei ini. Tinggal pemerintah menyelesaikan masalah di internalnya agar satu suara dalam menyikapi revisi UU anti terorisme ini," ujar Bamsoet saat meninjau lokasi ledakan bom di Mapolretabes Surabaya, Senin (14/05/2018). 

Bamsoet datang ke Mapolrestabes Surabaya bersama Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Satya Widya Yudha, Wakil ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaedi Mahesa serta sejumlah anggota Komisi III DPR RI, antara lain Herman Hery,Arteria Dahlan dan Masinton Pasaribu dari Fraksi PDIP Adies Kadir dari Fraksi Golkar, Wihadi dari Fraksi Gerindra dan Ahmad Sahroni dari Fraksi Nasdem. Sesampainya di lokasi, rombongan langsung mengadakan rapat dengan Kapolri, Kapolda Jawa Timur, Kakor Brimob dan jajaran lainnya di Mapolrestabes Surabaya. 


Baca Juga