Masyarakat Datangi Kediaman HM Asyura Untuk Memberikan Dukungan

Sihat | Selasa, 15 Mei 2018 - 01:02 WIB
Masyarakat Datangi Kediaman HM Asyura Untuk Memberikan Dukungan

KARIMUN (wartamerdeka) -  Masyarakat ramai-ramai mendatangi kediaman Ketua DPRD Karimum,H Muhamad Asyura,SE,MMP pada Senin malam (14/5/2018). Mereka memberikan dukungan kepada tokoh Partai Golkar tersebut, yang kini menghadapi upaya pelengseran dari kursi Ketua DPRD Kabupaten dengan cara-cara yang dzolim oleh sejumlah koleganya di DPRD Karimun.

Hendro salah satu masyarakat yang ramai-ramai mendatangi kediaman Asyura menyampaikan kalau masyarakat sudah bosan melihat kisruh yang terjadi di tubuh DPRD Karimun.

"Ada apa ini sebenarnya, kenapa masalah ini tidak selesai sampai sekarang ini. Memang selama ini kami tidak mengerti dengan permaslahan ini, tetapi setelah kami pelajari ada yang tidak beres ini. Kami juga melihat seperti ada kepentingan kelompok-kelompok tertentu dalam permasalahan ini,"ujarnya.

Kalau hal ini dibiarkan terus menerus sudah pasti nanti yang kena dampaknya masyarakat Karimun dan masyarakat tidak boleh lagi tinggal diam. Dan pihaknya sebagai masyarakat harus mengambil sikap.

Untuk itu dia dan sejumlah masyarakat lainnya  menyatakan mendukung Asyura, karena mereka melihat tidak ada kesalahan yang dilakukan Asyura.

"Apakah hanya dengan mosi tidak percaya, sudah cukup untuk melengserkan jabatan seorang Ketua DPRD? Perlu kami jelaskan lagi HM Asyura bisa menduduki jabatannya sebagai Ketua DPRD atas dukungan masyarakat,"ungkap Hendro.

Ary Saputra, salah satu warga yang juga turut hadir dalam dukungan tersebut menegaskan, mereka meminta agar H Muhamad Asyura dikembalikan jabatannya sebagai ketua DPRD Karimun.

"Kami masyarakat diam bukan berarti kami tidak perduli sama sekali. Kami ingin Karimun ini kondusif. Tetapi kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang harapkan,malah semakin berlarut-larut," ujarnya. 

Sebelumnya, sesepuh Partai Golkar Kabupaten Karimun Rohmad Nasution menyatakan dukungan kepada H Muhamad Asyura agar tetap menjadi Ketua DPRD Kabupaten Karimun.

Anggota Dewan Penasehat DPD Partai Golkar Kabupaten Karimun ini minta agar DPD Kabupaten Partai Golkar Karimun, DPD Partai Golkar Provinsi Kepulauan Riau dan DPP Partai Golkar tetap mempertahankan HM Asyura sebagai Ketua DPRD Karimun.

“Pelengseran HM Asyura adalah upaya untuk mengkerdilkan Partai Golkar di Karimun. Jangan lupa sekarang ini sudah mendekati Pemilu 2019. Lawan-lawan politik Partai Golkar melihat bahwa HM Asyura ini adalah salah satu pendulang suara terbesar Partai Golkar di Karimun. Jadi salah satu cara untuk menjegal dan menurunkan suara Partai Gokar di Karimun adalah dengan menurunkan HM Asyura sebagai Ketua DPRD Karimun,” tandas Rohmad Nasution.

Seperti  diketahui, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Karimun, pada Maret 2016 lalu membuat mosi tak percaya terhadap HM Asyura, dan melakukan pelengseran secara sepihak. Pelengseran itu kemudian disetujui Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri).

HM Asyura kemudian menggugat SK Gubernur Kepri terkait pemberhentiannya sebagai Ketua DPRD Karimun ke Pengadilan Negeri Tata Usaha Negara Tanjungpinang dengan nomor register 8/G/2016/PTUN.TPI, dan menang dalam gugatan tersebut.

Namun Asyura kalah pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi TUN Medan, dan selanjutnya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung, tetapi permohonan kasasinya ditolak melalui amar putusan Nomor Registrasi 295 K/TUAN/2017, terbit per 1 Agustus 2017.

Mahkamah Agung (MA)  menilai kasus yang dihadapi HM Asyura adalah sengketa politik, yang berada di ranah hukum tata negara, sehingga tidak memenuhi unsur keputusan tata usaha negara, sebagaimana dimaksud pasal 1 angka (9) UU no 51 thn 2009 tentang perubahan ke dua atas UU no 5 thn 1986 tentang peradilan tata usaha negara.

Jadi, putusan itu tidak berkaitan dengan substansi pemberhentian dirinya sebagai Ketua DPRD Karimun. Tapi semata-mata karena PTUN tidak berwenang mengadili sengketa politik.

Seperti diketahui, HM Asyura adalah pendulang suara terbesar bagi Partai Golkar di Kabupaten Karimun, selama empat kali Pemilu berturut-turut sejak Pemilu 1999 sampai Pemilu 2014 lalu. Jadi wajar saja, kalau banyak masyarakat pendukungnya kecewa dengan cara-cara yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Kabupaten Karimun melakukan pelengseran terhadap HM Asyura dari kursi Ketua DPRD Karimun.