GMKI Jakarta Gelar Aksi Solidaritas Korban Teror Bom Gereja di Surabaya

DANS | Senin, 14 Mei 2018 - 02:51 WIB
GMKI Jakarta Gelar Aksi Solidaritas Korban Teror Bom Gereja di Surabaya Sejumlah anggota Cabang GMKI Jakarta, pada aksi lilin, Minggu malam di Jakarta (13/05/2018)

JAKARTA (wartamerdeka) - Bom bunuh diri yang terjadi di 3 (tiga) gereja di Surabaya, Minggu (13/05/2018) pagi, seolah merobek-robek kembali rasa kemanusiaan masyarakat Indonesia.

Betapa tidak! Hanya berselang dua hari, peristiwa kerusuhan 155 narapidana teroris di Mako Brimob menggegerkan Jakarta, yang menewaskan 5 (lima) orang polisi, Surabaya sudah diguncang teror bom bunuh diri. 

Aksi teror yang menyasar tiga gereja yaitu Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, GKI Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Jemaat Sawahan Surabaya. Hingga Minggu malam, tercatat 17 korban tewas dan 41 luka-luka. 

Atas peristiwa tersebut, puluhan anggota Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Jakarta menggelar aksi solidaritas korban teror bom tiga gereja di Surabaya tersebut, Minggu (13/05/2018) malam sekitar pukul 23.15 WIB. 

Mereka membentangkan beberapa buah spanduk dan memasang lilin mengelilingi spanduk, di jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, depan kantor sekretariatnya. Para anggota GMKI Jakarta memanjatkan doa kepada yang Maha Pengasih, agar bagi keluarga korban diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi peristiwa yang sangat memilukan itu.

Para anggota GMKI yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswi berbagai perguruan tinggi di Jakarta itu juga membacakan pernyataannya terkait peristiwa bom yang dinilai sebagai tindakan biadab dan tidak berperi kemanusiaan.

Kami mengutuk perbuatan biadab para pelaku teror bom yang terjadi di tiga gereja di Surabaya tadi pagi, ungkap Ketua Cabang GMKI Jakarta, Agung Tamtam S. Butar-butar ditengah aksi Minggu malam.

Agung juga mengatakan, Pemerintah harus segera menangkap aktor-aktor dibalik teror bom Surabaya, dan menghukum seberat-beratnya. 

Ini menyangkut kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah, karena Pemerintah wajib melindungi warga negaranya, tandasnya.  

Selain itu, Agung juga mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, bersama Pemerintah, untuk memerangi terorisme.

Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta, agar bersama Pemerintah memerangi terorisme. Karena terorisme merupakan musuh bangsa. Kami mengingatkan masyarakat, jika ada gerak-gerik anggota masyarakat di lingkungan sekitar yang mencurigakan, maka segera laporkan ke Polisi atau TNI, pungkasnya.   

Sementara itu, sejumlah warga Surabaya menyalakan lilin saat aksi lilin kebersamaan ‘Suroboyo Wani’ di Tugu Pahlawan, Surabaya, Jawa Timur. Aksi yang diikuti ratusan orang dari berbagai lapisan itu mengecam aksi terorisme bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya.
    
Diketahui, sejumlah warga Bandung juga menggelar aksi seribu lilin di Lapangan Gasibu, Minggu (13/5/2018) malam. Aksi solidaritas tersebut sebagai bentuk dukungan dan doa untuk korban bom di tiga gereja di Surabaya. 

Foto: Aksi Solidaritas masyarakat Blitar

Di Blitar, Jawa Timur, aksi solidaritas digelar di halaman TMP Radin Wijaya. Aksi yang digelar berbagai elemen mahasiswa, tokoh agama, serta masyarakat pengguna jalan tersebut untuk mendoakan para korban ledakan bom di Surabaya serta mendeklarasikan diri untuk melawan aksi terorisme.

Aksi solidaritas juga digelar di Solo, Jawa Tengah. Warga menyalakan lilin dan berdoa bersama untuk korban bom gereja di Surabaya.  Dalam aksi tersebut mereka juga mendoakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia serta hilangnya aksi-aksi terorisme di Indonesia.