Kepala TU SMA Negeri 1 Purwakarta Geram Namanya Dilibatkan Dalam Percaloan CPNS Tahun 2013

A Budiman | Sabtu, 12 Mei 2018 - 10:06 WIB
Kepala TU SMA Negeri 1 Purwakarta Geram Namanya Dilibatkan Dalam Percaloan CPNS Tahun 2013 Iyus Rusmana SE, Kepala Tata Usaha SMA Negeri 1 Purwakarta

PURWAKARTA (wartamerdeka) -  Iyus Rusmana SE, Kepala Tata Usaha SMA Negeri 1 Purwakarta geram dirinya dikait-kaitkan atau dilibatkan dalam pemberitaan tentang percaloan CPNS pada tahun 2013.

Kepada wartamerdeka.net, pria yang berpenampilan kalem dan low profile ini menyebutkan, dirinya tidak terima dengan pemberitaan media online lokal Purwakarta yang mengangkat berita tentang percaloan CPNS pada tahun 2013 silam yang melibatkan oknum BKN Pusat untuk mengisi formasi Guru Sekolah Dasar Negeri di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, dengan melibatkan namanya seolah-olah dirinya terlibat.

Iyus mengatakan, dirinya akan memperkarakan persoalan ini melalui jalur hukum dengan melaporkan pada pihak yang berwajib orang-orang yang telah mencemarkan nama baik dirinya.

Iyus menyesalkan, wartawan langsung menulis berita kasus itu  tanpa konfirmasi.

Disebutkan, belum pernah ada wartawan  dari media online tersebut datang untuk konfirmasi kepada dirinya mengenai sejauh mana keterlibatannya dalam kasus ini sebelum pemberitaan dimunculkan.

Menurut Iyus, berita sepihak itu terkesan sengaja ingin menghancurkan kredibilitasnya, karena kronologis kejadian sesungguhnya tidak seperti apa yang diberitakan oleh media Online Lokal Purwakarta tersebut.

Iyus pun lalu menceritakan kronologis yang sebenarnya terjadi di Tahun 2013 dengan bersemangat.

"Saya akui betul saya menerima titipan uang 50 Juta rupiah dari Alit untuk disampaikan kepada Eful karena saat itu Alit berada di Cikalong dan saya tidak tahu uang itu untuk apa dari siapa. Karena saya merasa berteman dengan Alit dan kenal dengan Eful hingga saya bersedia dititipi uang dari Alit kepada Eful dan di hari itu juga kurang lebih 1 jam uang titipan tersebut saya serahkan ke Eful tanpa ada kwitansi apapun kepada saya baik dari Alit maupun Eful. Berarti tugas amanah kepada saya sudah saya jalankan. Kalaupun sekarang terungkap bahwa uang itu dari Enen Sudiar yang diterima Alit untuk memuluskan masuk CPNS bukti kwitansi diterima Alit jelas saya tidak tau menahu dan yang lebih meyakinkan bahwa Eful telah menyampaikan uang yang 50 juta tersebut kepada oknum pegawai BKN pusat yang berinisial JW bahkan menurut Eful bukti penerimaan uang dan Kwitansinya ada di saudara Alit. Jadi itulah fakta yang terjadi dan saya tidak mengenal Enen juga oknum pegawai BKN Pusat apalagi saya sampai terlibat dalam persoalan ini, "  pungkas Iyus.